Putra Nababan: Jokowi Progresif dan Berwatak Milenial
JAKARTA, iNews.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin menepis pernyataan pihak-pihak yang menyebut Jokowi telah melakukan penyempitan makna milenial. TKN menilai esensi dan tolok ukur dari seorang individu yang disebut milenial justru terefleksikan dari karakteristiknya.
Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf, Putra Nababan mengatakan, karena pembawaan Jokowi yang milenial, mantan Gubernur DKI Jakarta itu selalu pas mengenakan atribut-atribut kekinian.
"Jadi Pak Jokowi suka musik heavy metal, suka naik motor, trendi, suka pakai jeans, pakai sepatu kets, itu memang bawaan dia. Ada pemimpin-pemimpin yang tidak cocok, tetapi menurut saya pak Jokowi sangat cocok dengan itu," kata Putra di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Pernyataan Putra ini disampaikan menanggapi sindiran Koordinator juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, bahwa Jokowi melakukan kepura-puraan dalam bersikap hanya untuk menarik simpati kaum milenial.
Dahnil juga menganggap Jokowi dan timnya mempersempit definisi milenial hanya sekadar kategori umur dan kategori fisik. Putra menegaskan, makna milenial bukan hanya ditentukan oleh umur atau jenis pakaian yang dikenakan. Baginya, milenial diukur dari watak.
"Milenial itu watak, kepribadian, jiwa yang progresif dan revolusioner, yang selalu mencari bentuk. Ada juga orang usia muda tapi perilakunya seperti orang tidak produktif, malas bergerak, bangun siang, tidak ada jiwa juang apalagi inovasi. Jadi menangkap milenial itu jangan di usia saja, jangan di pakaian," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Berwatak, berkepribadian, serta berjiwa progresif dan revolusioner itulah yang menjadi titik pacu bagi Putra untuk menyebut seseorang sebagai milenial atau bukan.
“Berjiwa milenial itu berjiwa yang terus bergerak untuk mencari cara melayani masyarakat, terus bekerja, terus mencari bentuk, terus berinovasi, terus berkarya," kata Putra.
Caleg DPR dari Dapil Jakarta Timur itu menilai Jokowi sebagai sosok yang progresif revolusioner. Itu dibuktikan sejak Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo dengan blusukan yang selalu dilakukan untuk menemukan banyak hal dan melahirkan banyak program mengutungkan rakyat serta kebijakan populer.
Itu semua, menurut Putra, kebaruan yang dilakukan oleh Jokowi. "Jadi milenial itu bukan pakaiannya, bukan jaketnya. Dan Pak Jokowi memang bukan seperti itu. Tapi Pak Jokowi itu sudah berwatak milenial, pemimpin milenial, itu sejak dia menjadi wali kota di Solo,” ujarnya.
Putra kembali mengingatkan, Jokowi telah membuat begitu banyak program dan inovasi yang merupakan watak milenial. Prinsipnya, milenial diukur dari watak dan kebijakan, bukan sekadar tampilan fisik.
Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Putra Nababan (Foto: Istimewa).
Editor: Zen Teguh