Raja Adat dan Sultan Bali Minta Prabowo Beri Kepastian Proyek Bandara Bali Utara
JAKARTA, iNews.id - Sejumlah raja adat dan sultan dari Bali meminta Presiden Prabowo Subianto segera memberikan kepastian terkait kelanjutan proyekBandara Bali Utara. Hal ini dinilai penting agar masyarakat tidak terus diliputi ketidakpastian mengenai nasib proyek yang telah dijanjikan sejak 2024.
Aspirasi itu disampaikan saat mereka menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, mereka juga menagih komitmen Presiden Prabowo untuk merealisasikan pembangunan Bandara Bali Utara.
Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia menjelaskan, komitmen pembangunan Bandara Bali Utara disampaikan Presiden Prabowo pada 13 Februari 2024. Bandara tersebut direncanakan dibangun di lepas Pantai Kubutambahan.
Menurutnya, keberadaan bandara baru sangat dibutuhkan karena hingga kini Bali hanya memiliki satu bandara internasional, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang berada di wilayah selatan.
Selain untuk meningkatkan konektivitas, pembangunan bandara juga dinilai dapat mendorong pemerataan pembangunan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Bali Utara.