Raker dengan Komisi VIII DPR, Menag Dicecar soal Cadar dan Celana Cingkrang

Felldy Utama · Kamis, 07 November 2019 - 11:32:00 WIB
Raker dengan Komisi VIII DPR, Menag Dicecar soal Cadar dan Celana Cingkrang
Rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Jakarta, Kamis (17/11/2019). (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi VIII DPR, Kamis (7/11/2019). Saat rapat dimulai, Fachrul Razi langsung dicecar mengenai rencana aturan larangan aparatur sipil negara (ASN) mengenakan cadar dan celana cingkrang.

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta kepada Fachrul Razi menjelaskan rencana aturan tersebut di depan para anggota dewan yang hadir. Rencana yang sempat digulirkan itu dinilai menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Beberapa pernyataan Pak Menteri yang saya kira penting untuk konfirmasi langsung di forum terhormat ini. Misalkan bagaimana Pak Menteri menyatakan bahwa cadar dan celana cingkrang perlu diatur sedemikian rupa terutama di ASN," ujar Yandri, di ruang rapat Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai tidak tepat mengaitkan cara berpakaian orang dengan radikalisme. Menurutnya, tidak ada kaitan cara berpakaian dengan radikalisme.

Dia mencontohkan, beberapa terduga teroris saat melancarkan aksinya tidak menggunakan cadar dan celana cingkrang. "Kalau kita lihat bom Thamrin itu pakai blue jeans. Di New Zealand yang menembaki masjid itu pakaian milenial. Kelompok kriminal bersenjata di Papua itu bukan celana cingkrang yang membunuh tentara dan sipil," katanya.

Pernyataan Fachrul Razi yang mengaitkan cadar dan celana cingkrang dengan radikalisme dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru di publik.

"Pak Menteri harus hati-hari karena menghakimi orang terlalu dini menjadi soal serius. Bagaimana orang baik-baik atau yang tidak masalah selama ini merasa tersinggung ketika Pak Menteri sampaikan celana cingkrang bermasalah, cadar bemasalah," katanya.

Editor : Kurnia Illahi