Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PBNU Sebut Iuran Rp16,9 Triliun di Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Bangun Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Ramai Penolakan Ustaz Abdul Somad, Ini Pernyataan PBNU

Selasa, 04 September 2018 - 16:00:00 WIB
Ramai Penolakan Ustaz Abdul Somad, Ini Pernyataan PBNU
Ustaz Abdul Somad saat berceramah di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (19/8/2018). (Foto: Antara/Rahmad).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyikapi penolakan sekelompok masyarakat terhadap dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS). PBNU menekankan agar setiap perbedaan di negara ini hendaknya diselesaikan dengan musyawarah.

Ketua Pengurus Harian PBNU Robikin Emhas menuturkan, Indonesia merupakan negara demokrasi yang berdasarkan hukum. Prinsip ini ditegaskan dalam UUD 1945. Salah satu yang dijamin oleh konstitusi adalah kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat.

”Konsekuensinya, tidak ada pembatasan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat, kecuali dinyatakan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku atau secara nyata dilarang oleh hukum,” kata Robikin di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Hal ini berlaku juga untuk dakwah. Menurut Robikin, dakwah merupakan suatu aktivitas untuk mengajak manusia agar mengenal Tuhan dengan baik, sehingga dapat membangun hubungan secara vertikal dengan benar dan baik.

Dari hubungan vertikal yang benar dan baik itu diharapkan manusia akan sanggup membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia. Bahkan dimungkinkan memiliki kesanggupan mengamban amanah sebagai khalifah di muka bumi. Harapannya, kehidupan akan berjalan harmoni dan beradab.

Ketua Pengurus Harian PBNU Robikin Emhas. (Foto: iNews.id/dok).

”Untuk itu aktivitas dakwah juga perlu memperhatikan kaedah dan etika dakwah, yakni dilakukan dengan lemah lembut dan bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat,” ujarnya.

Robikin menuturkan, dalam bingkai keindonesiaan, selayaknya materi dakwah yang disampaikan juga dapat memupuk dan menumbuh-suburkan semangat nasionalisme.

”Saya berharap, jika di masyarakat didapati perbedaan pendapat mengenai aktivitas dakwah, selesaikan dengan musyawarah. Hindarkan penggunaan kekerasan dalam mengelola perbedaan,” kata dia.

Robikin mengingatkan, jika ada yang merasa tidak dapat dipersatukan oleh semangat nasionalisme dan agama yang sama misalnya, tetap saja semua umat Islam tetap bersaudara. ”Saudara sesama manusia. Bukankah kita adalah segaris seketurunan dari Adam?,” kata dia.

Sebagai informasi, lewat akun facebook dan instagram resminya UAS mengumumkan karena kerap mendapat ancaman, intimidasi dan pembatalan ketika ingin menyampaikan tausiah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang, Jawa Tengah. UAS akhirnya membatalkan rencana ceramah dalam tiga bulan ke depan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Penolakan inilah yang disesalkan banyak kalangan.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut