Rektor UNS: Seleksi Mandiri PTN Bisa Tetap Ada dengan Beberapa Catatan
JAKARTA, iNews.id - Publik dihebohkan dengan operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Rektor Universitas Lampung, Prof Karomani. Sang rektor terlibat suap penerimaan mahasiswa baru yang masuk lewat jalur mandiri.
Buntut dari kasus tersebut, Kemdikbud-Ristek pun mewacanakan penghapusan jalur mandiri penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Merespons wacana tersebut, Rektor UNS yang sekaligus Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia, Jamal Wiwoho menyatakan, penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri bisa tetap ada dengan beberapa catatan. Pertama, adanya tranparansi dan akuntabilitas pada seleksi mandiri yang terus menerus dilakukan.
"Hal ini dalam rangka untuk mewujudkan good university government," kata Jamal dalam Webinar Partai Perindo bertajuk 'Gagasan Penghapusan Penerimaan Mahasiswa dari Jalur Mandiri', Jumat (2/9/2022).
Cegah Korupsi, MUI Minta Perguruan Tinggi Negeri Hapus Jalur Mandiri
Kedua, ia menyebut jalur mandiri harus dijaga agar berbasis pada akademik. Belajar dari kasus yang dimaksud, penerimaan mahasiswa baru PTN jalur mandiri tidak boleh dengan untuk kepentingan komersial.
Selanjutnya, ia meminta pengawasan yang ketat dari kementerian terkait, yakni Kemdikbud-Ristek agar seleksi jalur mandiri tetap ada.
"Ibarat sebuah gudang yang di dalam ada tikusnya, maka tidak perlu gudang itu dibakar untuk mematikan tikusnya, gudang itu cukup diperbaiki saja agar tidak ada tikus-tikus yang masuk. Mana kala ada tikus yang masuk atau masuk di dalam gudang ya ditembak saja, seperti apa yang dilakukan oleh KPK," katanya.
Editor: Reza Fajri