Relawan Ganjar-Mahfud Komitmen Tolak Hoaks, Ini 3 Cara Menghindarinya
JAKARTA, iNews.id - Kelompok relawan pendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Partai Perindo Ganjar Pranowo-Mahfud MD resmi menyatakan komitmen untuk tidak menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian selama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mereka menganggap hoaks dan ujaran kebencian dapat membahayakan persatuan masyarakat.
Deklarasi ini dilakukan di hadapan para pimpinan tim kampanye dan mencakup komitmen untuk mematuhi prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia selama proses pemilu dan Pilpres 2024. Para sukarelawan juga berkomitmen menjaga integritas dan martabat konstitusi serta mengawasi kelancaran seluruh tahapan pemilu.
Ganjar Pranowo, meskipun hadir secara virtual, memberikan pesan penting tentang menyebarkan pesan positif dan konsolidasi efektif menjelang Pilpres 2024. Dengan deklarasi ini, para sukarelawan menegaskan tekad mereka mendukung demokrasi yang sehat dan menjaga integritas proses pemilu, serta memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
Ganjar Pranowo berharap agar para sukarelawan tetap solid dan tekun mendukung pasangan mereka dalam pemilihan tersebut. Masyarakat juga harus berkontribusi dan peka terhadap hoaks. Bagaimana cara menghindarinya?
Harapan Gus Ali Gondrong ke Pasangan Ganjar-Mahfud: Mampu Merampungkan Isu-Isu Bangsa
Pada 2022, Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital UI Firman Kurniawan menjelaskan kuantitas dan kualitas hoaks akan semakin meningkat jelang Pemilu 2024. Dia menambahkan, masyarakat belum sepenuhnya bisa membedakan informasi yang benar dan palsu. Dia pun memberikan 3 cara untuk menghindari hoaks, yakni:
Warganet diharapkan secara konsisten meningkatkan kemampuan digital, terutama dalam hal mengevaluasi informasi yang dibawa oleh individu-individu yang berusaha menciptakan hoaks yang terus berkembang. Kemampuan menilai informasi di era digital sangat penting karena informasi yang ditemui bisa sangat bervariasi dan tidak semua dapat dipercayai.
Persatuan Purnawirawan Polri Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024
Ini adalah keterampilan yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di media sosial di mana hoaks dan disinformasi dapat menyebar dengan cepat. Seiring dengan peningkatan kemampuan ini, kita juga perlu menjadi pengguna yang bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, memeriksa kebenaran sumber sebelum membagikannya, dan menghindari berkontribusi pada penyebaran hoaks.
Dengan cara ini, kita dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan dapat dipercaya.
Puluhan Ribu Jemaah Ikuti Sholawat Kebangsaan Menjemput Ganjaran di Karanganyar
Hoaks bisa masuk ke ruang digital dengan berbagai cara dan bentuk, sehingga penting bagi warganet untuk menghadapi informasi dengan kritis. Sangat penting untuk menyadari bahwa hoaks dan disinformasi bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari gambar yang diedit hingga artikel palsu yang dibagikan di media sosial.
Oleh karena itu, warganet harus memperlakukan semua informasi dengan hati-hati, tidak mudah percaya begitu saja, dan selalu melakukan pengecekan sumber sebelum menyebarkannya.
Relawan Ganjar Pranowo Latih Warga Cirebon Budi Daya Ikan Lele dan Hias
Tingkatkan kewaspadaan dan buka mata terhadap potensi hoaks adalah langkah pertama dalam melawan penyebaran informasi palsu. Dengan melibatkan diri dalam praktik-praktik ini, dunia digital dapat menjadi tempat yang lebih aman dan terpercaya untuk mendapatkan berita dan informasi.
Firman juga menjelaskan, sikap kritis artinya memahami bahwa tendensi informasi di ruang digital selalu berusaha memancing respons dengan segera, apakah itu bentuk dukungan atau penolakan. Dalam dunia digital yang begitu dinamis, respons cepat terhadap informasi adalah kunci. Namun, sikap kritis dan tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan sangat diperlukan.
Hoaks seringkali dirancang untuk memanfaatkan emosi dan reaksi warganet, baik dalam bentuk dukungan atau penolakan. Oleh karena itu, sikap kritis dapat memproses informasi dengan bijak, memeriksa sumbernya, dan mengevaluasi dampaknya sebelum merespons.
Dengan cara ini, warganet dapat menjadi kontributor yang cerdas dan bertanggung jawab di dunia digital, memastikan bahwa informasi yang dikonsumsi dan disebarkan adalah benar dan bermanfaat. Dengan mendekatnya Pilpres 2024, Ganjar Pranowo telah mengimbau relawan dan pendukungnya untuk tidak menciptakan atau menyebarluaskan hoaks.
Pernyataan tersebut dia sampaikan ketika mengunjungi sekretariat salah satu relawannya di wilayah Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis malam (21/9/2023). Ganjar mengingatkan para pendukungnya untuk menjaga etika dan sopan santun, menekankan pentingnya untuk tidak menghasilkan hoaks, serta menghormati individu lainnya.
Dia menyatakan bahwa pengalaman berdemokrasi yang ada harus dijadikan sebagai panduan. Selain itu, Ganjar mendesak para relawan untuk menjaga situasi yang kondusif menjelang Pemilu 2024.
Dia berharap agar relawan tidak menghasilkan hoaks dan menunjukkan rasa hormat terhadap semua pihak. Ganjar bertujuan agar para pendukungnya menjadi contoh dalam berpartisipasi dalam proses demokrasi yang sehat.
Editor: Rizky Agustian