Relawan Prabowo: Penanganan Kasus Febrie dan Kematian Sutrimo Bikin Masyarakat Puyeng
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan, menilai penanganan perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah, serta kematian Sutrimo telah menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Sebab, kedua perkara itu belum menemukan kejelasan.
Menurut dia, kasus tersebut seharusnya dapat diungkap secara terang. Jika terus berlarut, dia khawatir lambannya kinerja aparat penegak hukum akan berdampak pada citra pemerintah.
"Dalam bulan pertama ini kan kita sudah berapa minggu, hampir satu bulan lebih, kita disuguhi adegan-adegan, drama-drama yang konyol. Dari mulai kasus Dadan belum selesai muncul kasus Febrie. Febrie belum selesai muncul satu lagi, meninggalnya Pak Sutrimo yang sebenarnya penuh dengan misteri, penuh dengan hal-hal yang mencurigakan," ujar dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Emas, Uang & Kematian di Kasus Eks Jampidsus" di iNews, Rabu (5/8/2026).
"Jadi orang-orang pintar saat ini berhasil membuat puyeng masyarakat Indonesia," imbuhnya.
Iwan menilai ketidakjelasan penyelesaian kasus-kasus tersebut berpotensi memicu kemarahan publik terhadap pemerintah. Dia mempertanyakan apakah pihak-pihak terkait membantu Presiden Prabowo Subianto atau justru merugikan citra pemerintah.
"Saya sebagai Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo merasa prihatin dengan kejadian belakangan-belakangan ini yang sulit sekali diselesaikan," katanya.
Karenanya, Iwan meminta proses penanganan dilakukan secara transparan. Dia bahkan mengusulkan agar perkara tersebut ditangani lembaga lain apabila dinilai sulit diselesaikan oleh Kejagung.
"Kalau Kejaksaan Agung sulit untuk memproses kasusnya Febri, kenapa tidak dikasihkan KPK? Tidak diserahkan kepolisian? Supaya lebih transparan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Iwan juga menyinggung kematian Sutrimo yang disebut sebagai orang dekat Febrie Adriansyah. Dia mempertanyakan proses penanganan kasus tersebut dan menyoroti tidak adanya autopsi terhadap jenazah.
"Sudah jelas matinya tidak wajar. Tidak ada laporan polisi, bahkan penyelesaiannya pun tidak ada autopsi. Tidak ada autopsi," katanya.
Diketahui, Sutrimo, yang disebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) Febrie Adriansyah, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan Klinik Modernt, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026).
Editor: Rizky Agustian