Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geo Dipa Targetkan Bauran Energi Panas Bumi Capai 10 Persen 2 Tahun ke Depan
Advertisement . Scroll to see content

Rencana Tukar Guling Geo Dipa dan PNM Batal, Ini Penyebabnya

Jumat, 02 Oktober 2026 - 12:15:00 WIB
Rencana Tukar Guling Geo Dipa dan PNM Batal, Ini Penyebabnya
Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Rencana pengalihan kepemilikan PT Geo Dipa Energi (Persero) dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) batal usai tidak mendapat izin dari Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis menjelaskan, rencana tukar guling tersebut sebelumnya sempat mengemuka pada masa Purbaya Yudhi Sadewa masih menjabat Menteri Keuangan.

“Di Agustus yang lalu, bersamaan dengan pemberitaan Pak Menteri (saat itu Purbaya Yudhi Sadewa), disampaikan bahwa tidak jadi antara Geo Dipa dengan PNM karena tidak diberikan izin oleh Presiden,” ucap Yudistian saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Yudistian menambahkan, sebelum Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara resmi dibentuk, keberadaan Geo Dipa sempat menjadi sorotan sejumlah entitas BUMN. 

Perusahaan pengembang energi panas bumi tersebut bahkan sempat diarahkan untuk melebur ke dalam ekosistem PT Pertamina (Persero) maupun PT PLN (Persero).

Sebagai informasi, Geo Dipa merupakan BUMN berstatus Special Mission Vehicle (SMV) di bawah pembinaan dan pengawasan langsung Kementerian Keuangan. Perusahaan tersebut memiliki mandat untuk mengakselerasi penyediaan listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).

“Itu (Geo Dipa Energi) dianggap salah kamar. Kok ada energi di Kementerian Keuangan?” ucapnya.

Yudistian menyebut, pandangan tersebut kemudian memunculkan opsi untuk mengalihkan Geo Dipa ke bawah naungan Danantara. Namun, dalam pembahasan lanjutan bersama Purbaya, muncul pertimbangan strategis untuk mempertahankan Geo Dipa di bawah Kementerian Keuangan.

Yudistian menilai keberadaan perusahaan energi panas bumi di Kementerian Keuangan penting sebagai salah satu fondasi dalam merancang kebijakan fiskal berbasis ekonomi hijau.

“Kalau kita mau menyusun ekosistem green economy, itu harus punya alat fiskal. Alat fiskalnya itu kalau green economy, underlying yang paling utama infrastrukturnya adalah energi dulu,” tuturnya.

Dengan batalnya rencana pertukaran tersebut, Geo Dipa tetap menjalankan perannya sebagai SMV Kementerian Keuangan dalam mendukung penyediaan energi bersih dan pengembangan instrumen pembiayaan hijau.

“Tapi kalau dia (Geo Dipa Energi) ada di Kementerian Keuangan, boleh jadi kita bisa meng-establish atau meng-crafting green economy,” ujarnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut