Resmi Pimpin KSP, Listyo Sigit: Siap Ambil Keputusan Sulit demi Program Prabowo
JAKARTA, iNews.id - Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) setelah menerima serah terima jabatan dari Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Senin (5/10/2026). Sigit menegaskan siap melanjutkan program yang telah dijalankan pendahulunya.
"Saya kira kalau dari cerita sepintas tadi nampaknya tugasnya cukup berat. Mudah-mudahan kami bisa melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh Pak Dudung, senior saya," kata Jenderal Sigit, Senin (5/10/2026).
Sigit menyebut pengalaman yang disampaikan Dudung menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dia juga mengapresiasi kinerja Dudung selama memimpin KSP, terutama dalam menangani berbagai agenda berskala besar.
Dia turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin KSP.
"Tentunya saya juga berterima kasih tentunya kepada Bapak Presiden yang memberikan tugas besar untuk di Kantor Staf Kepresidenan ini," ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga melontarkan gurauan saat merespons pesan Dudung mengenai pentingnya keberanian mengambil keputusan. Dia menyebut sejumlah anak buahnya di KSP memiliki gelar profesor meski dirinya belum menyandang gelar tersebut.
Menurut Sigit, KSP harus mampu bergerak cepat dalam situasi tertentu dan mengambil keputusan tepat untuk menyelesaikan persoalan yang menghambat program pemerintah.
“Situasi kita harus mengambil langkah yang cepat dan tidak membuat Bapak Presiden pusing adalah bagaimana keberanian mengambil keputusan. Jadi kalau urusan yang pinter-pinter biar anak buah saya yang profesor, kalau urusan bonek biar saya," ungkap Sigit.
Sigit menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah. Tugas tersebut mencakup Asta Cita, 17 program prioritas, ketahanan pangan, energi, hilirisasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Untuk kepentingan negara dan bangsa, tentunya kita siap untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan, mengambil keputusan di situasi sulit sehingga kemudian bottleneck permasalahan-permasalahan yang selalu ada dan mengganggu program Bapak Presiden bisa kita selesaikan,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin