Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Usul Gabungkan Badan Geologi dan BMKG, Anggota DPR: Lebih Efisien
Advertisement . Scroll to see content

Respons BMKG terkait Rencana Penggabungan dengan Badan Geologi

Selasa, 08 September 2026 - 17:43:00 WIB
Respons BMKG terkait Rencana Penggabungan dengan Badan Geologi
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto (kiri). (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan siap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait wacana penggabungan dengan Badan Geologi. Integrasi itu dinilai dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat mitigasi ancaman bencana.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan, pihaknya siap melaksanakan arahan Presiden Prabowo apabila rencana tersebut direalisasikan.

"Untuk penggabungan itu BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan Presiden ya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana. Itu komentar dari kita," ucap Guswanto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Guswanto menambahkan, BMKG dan Badan Geologi merupakan mitra strategis yang memiliki misi serupa, yakni memastikan keselamatan masyarakat dari risiko ancaman bencana geofisika.

Dia mengatakan, tugas kedua lembaga tersebut juga saling melengkapi dalam rantai informasi mengenai ancaman bencana kebumian, khususnya gempa bumi, gunung api, dan tsunami.

"Dan ini juga kami juga memastikan kepada publik bahwa fungsi pemantauan, analisis dan penyebaran informasi ancaman bencana berjalan operasional dan akan terus diperkuat oleh arahan Bapak Presiden. Itu kira-kira tiga statement yang kami miliki," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan integrasi BMKG dengan Badan Geologi untuk memperkuat pemantauan potensi bencana di Indonesia. Wacana tersebut muncul di tengah perhatian pemerintah terhadap risiko bencana di Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana secara hibrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri kabinet, kepala badan/lembaga, serta kepala daerah terdampak bencana.

Prabowo menilai upaya pemerintah dalam melakukan mitigasi bencana sejauh ini telah dilakukan secara maksimal. Namun, pemerintah tetap perlu menyiapkan langkah untuk menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah Indonesia.

"Sementara saya lihat kita sudah buat maksimal, ini semua menjadi bahan untuk kita merencanakan langkah-langkah ke depan," kata Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga meminta koordinasi antara Badan Geologi dan lembaga terkait diperkuat. Dia bahkan mempertimbangkan kemungkinan Badan Geologi diintegrasikan dengan BMKG.

Hal tersebut disampaikan Prabowo di hadapan Kepala Badan Geologi Lana Saria dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

"Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut