Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dampak Erupsi Anak Krakatau: Masker Diserbu Warga hingga Ribuan Penerbangan Dibatalkan
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Desa Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Mendes PDT Minta Warga Waspada

Senin, 07 September 2026 - 15:22:00 WIB
Ribuan Desa Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Mendes PDT Minta Warga Waspada
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsiGunung Anak Krakatau berdampak terhadap ribuan desa, terutama di wilayah Banten dan Lampung.

Yandri mengatakan, luasnya sebaran abu vulkanik membuat banyak desa terdampak. Di Lampung, sejumlah wilayah seperti Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran disebut mengalami dampak cukup besar.

“Ya, kalau Krakatau cakupannya kan sangat luas. Banten. Banten itu kan ada 1.000 desa lebih. Lampung itu ya mungkin ya Lampung Timur, mungkin yang enggak kan Tulang Bawang, tapi untuk Tanggamus, kemudian Pringsewu, kemudian Pesawaran itu sangat terdampak. Memang ribuan desa yang kena, terutama kena debu ya,” kata Yandri saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Meski sebaran abu vulkanik cukup luas, Yandri memastikan sejauh ini tidak terdapat laporan kerusakan fisik pada kantor desa yang terdampak. 

Pemerintah juga telah melakukan koordinasi terkait mitigasi kesehatan dan penyelenggaraan pendidikan di wilayah terdampak.

Yandri meminta para kepala desa meningkatkan kewaspadaan dan membantu masyarakat mengikuti langkah mitigasi yang telah disampaikan pemerintah. Namun, dia mengingatkan masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Jadi pokoknya kita juga berpesan dengan para kepala desa supaya tetap waspada, tapi tidak terlalu cemas karena ini memang sudah lumayan sering Anak Krakatau ini mengeluarkan abu vulkanik,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan sejumlah imbauan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan.

“Inti pokoknya sebenarnya pendekatan kepada secara apa namanya perilaku kehidupan sehari-hari yang mungkin selama ini kita lebih bebas keluar rumah, kemudian rumahnya terbuka. AC-nya gampang dihidupkan, sekarang kan lebih ketat lagi dan lebih hati-hati. Itu aja sih,” ucapnya.

Yandri berharap, masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah dan meningkatkan kewaspadaan selama sebaran abu vulkanik masih terjadi.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut