Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Uji Coba Sistem Prasmanan di Program MBG, Siswa Boleh Tambah Makanan
Advertisement . Scroll to see content

Riset DEN: Siswa Penerima MBG Jarang Absen Sekolah, Semangat Belajar Meningkat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:02:00 WIB
Riset DEN: Siswa Penerima MBG Jarang Absen Sekolah, Semangat Belajar Meningkat
Kajian DEN menunjukkan siswa penerima MBG lebih jarang absen dan lebih semangat belajar. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan hasil kajian mengenai dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Kajian tersebut menunjukkan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen, memiliki semangat belajar lebih tinggi, serta mengalami pengurangan rasa lapar di sekolah.

Hasil kajian itu juga menjadi masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas menu dan memperluas jangkauan program agar lebih tepat sasaran, terutama bagi masyarakat miskin dan wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menjelaskan, kajian tersebut dilakukan melalui modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang disusun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lainnya. Modul itu mulai diterapkan sejak September 2025 dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia.

“Salah satu pertanyaannya adalah melihat bagaimana outcome dari program MBG ini terhadap absensi siswa di sekolah, semangat belajarnya, dan rasa laparnya. Jadi terlepas dari segala kekurangan yang dialami program MBG ini, kami melihat temuannya cukup menarik. Jadi kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non-penerima MBG,” ujar Firman, dikutip Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan hasil kajian tersebut, perbedaan tingkat kehadiran terlihat cukup signifikan pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil pertama.

“Bahkan sebenarnya gapnya cukup besar, terutama di Desil-1 yang paling miskin. Jadi ketika dia non-penerima MBG, dia akan sering absen, sementara kalau penerima MBG dia akan relatif tidak absen ke sekolah, dan ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu hal yang positif,” tutur Firman.

Selain kehadiran siswa, kajian DEN juga menemukan hubungan antara kualitas menu MBG dan semangat belajar anak. Sebanyak 95 persen siswa penerima MBG yang menilai kualitas menu sangat baik menyatakan semangat belajar mereka meningkat.

Sebaliknya, persentase siswa yang merasakan peningkatan semangat belajar menurun secara signifikan ketika kualitas menu dinilai buruk.

“Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” ungkap Firman.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar rekomendasi DEN kepada Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG. Selain kualitas menu, pemerataan distribusi penerima manfaat juga menjadi perhatian pemerintah.

Berdasarkan data Susenas periode September, Firman mengatakan penerima MBG masih cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan perdesaan.

“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin. Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah,” pungkas Firman.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut