JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS pada perdagangan, Senin (1/6/2026). Rupiah naik 76 poin atau sekitar 0,43 persen ke level Rp17.805 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu sentimen datang dari pasar tetap waspada setelah negosiasi mengenai gencatan senjata permanen antara Washington dan Teheran menunjukkan sedikit tanda terobosan.
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
"Meskipun laporan pekan lalu menunjukkan kedua pihak sedang membahas perpanjangan gencatan senjata sementara dan pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, isu-isu kunci tetap belum terselesaikan dan setiap kesepakatan akhir masih memerlukan persetujuan dari Presiden AS Donald Trump," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Sementara itu, kekhawatiran meningkat tentang ranjau di jalur pelayaran minyak dan gas utama, Selat Hormuz. Hal itu dapat memperlambat proses pembukaan kembali selat dan berarti bahwa bantuan datang lebih lambat untuk pasar minyak bahkan setelah dibuka kembali.
Purbaya Nilai Pelemahan Rupiah Belum Hambat Aktivitas Ekonomi RI
Seorang reporter Axios mengatakan di X pada hari Jumat bahwa Iran telah menjatuhkan lebih banyak ranjau di selat tersebut awal pekan ini, tak lama setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa upaya untuk memasang lebih banyak ranjau akan melanggar gencatan senjata.Hormuz adalah jalur untuk sekitar seperlima aliran minyak dan gas global dan Iran secara efektif telah menutupnya sejak konflik dimulai dengan serangan AS dan Israel pada bulan Februari.
"Investor semakin mengalihkan fokus ke kemungkinan pengetatan moneter AS lebih lanjut. Mereka sebelumnya mengharapkan pemotongan suku bunga sebelum perang dimulai," imbuh Ibrahim.
BI Buka Suara soal Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS
Para pelaku pasar sekarang mengamati dengan cermat pidato dari para pejabat Federal Reserve (The Fed) dan data ekonomi AS yang akan datang, termasuk indikator pasar tenaga kerja, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek suku bunga.
Rupiah Kembali Melemah Pagi Ini, Dekati Rp18.000 per Dolar AS