Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Sepekan Ambles 0,53 Persen, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Level Rp16.805 per Dolar AS

Senin, 09 Februari 2026 - 16:46:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Level Rp16.805 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah naik 71 poin atau sekitar 0,42 persen ke level Rp16.805 per dolar AS pada perdagangan, Senin (9/2/2026). (Foto: Ilustrasi/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan, Senin (9/2/2026). Rupiah naik 71 poin atau sekitar 0,42 persen ke level Rp16.805 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menuturkan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran akan berlanjut setelah apa yang mereka gambarkan sebagai diskusi positif yang diadakan di Oman.

“Pesan tersebut membantu meredakan kekhawatiran bahwa konflik militer di Timur Tengah akan segera terjadi, terutama setelah Washington mengerahkan beberapa kapal perang ke wilayah tersebut awal tahun ini,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Kekhawatiran akan konflik telah membuat para pedagang memberikan premi risiko yang lebih besar pada minyak, dengan Trump juga mengancam tindakan militer terhadap Teheran. 

Namun, kemungkinan perang habis-habisan di Timur Tengah sekarang tampak lebih kecil, meskipun Teheran memberi sinyal bahwa mereka akan tetap melanjutkan program pengayaan nuklirnya.

Fokus minggu ini juga pada sejumlah data ekonomi penting dari konsumen minyak terbesar di dunia. Di AS, data penggajian non-pertanian untuk Januari akan dirilis pada hari Rabu, sementara data indeks CPI akan dirilis pada hari Jumat.

Data-data tersebut akan dipantau secara cermat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai suku bunga, sementara pasar juga masih mengukur prospek kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Warsh.

Dari sentimen domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan pajak 2026 bisa melampaui target yang ditetapkan pada APBN yakni Rp2.357,7 triliun. Hal ini diperkirakan olehnya kendati basis pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu yang rendah sehingga turut menjadi sorotan lembaga pemeringkat asing.

Untuk diketahui, pemerintah memasang target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp2.357,7 triliun atau tumbuh 7,69 persen (yoy) dari target APBN 2025 yakni Rp2.189,3 triliun. Masalahnya, realisasi penerimaan pajak tahun lalu hanya Rp1.917,6 triliun sehingga terjadi shortfall sebesar Rp271,7 triliun.

Artinya, basis pertumbuhan dari realisasi tahun lalu untuk mengejar target tahun ini menjadi lebih tinggi yakni 22,9 persen (yoy).

Dengan kata lain, pemerintah harus mengejar tambahan setoran Rp440,1 triliun untuk mencapai target 2026 dari basis realisasi 2025. 

Namun demikian, tampaknya Menkeu Purbaya tetap optimistis, tahun ini bisa mengumpulkan penerimaan pajak hingga melampaui target. Optimisme itu muncul usai realisasi penerimaan pajak Januari 2026 melonjak 30,8 persen (yoy).

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp16.760-Rp16.800 per dolar AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut