Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Kuat

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:09:00 WIB
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Kuat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara soal nilai tukar rupiah mencapai Rp18.000 per dolar AS per pekan ini. Dia menegaskan fundamental ekonomi dalam negeri tetap kuat.

Menurut Airlangga, sejumlah indikator yang memengaruhi rupiah masih terjaga. Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi dan neraca perdagangan yang menunjukkan kinerja terbilang baik selama sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

"Kalau kita lihat, pertumbuhan ekonomi kemarin masih baik di 5,61 persen. Kemudian, neraca perdagangan year to date juga masih positif," kata Airlangga usai agenda KADIN Diplomatic Economic Breakfast, Jumat (10/7/2026).

Airlangga menambahkan, defisit neraca dagang bulan Juni dipengaruhi oleh melonjaknya impor BBM di pasar global, bukan dari daya saing ekspor.

"Kemarin satu bulan memang negatif karena memang dari segi impor BBM itu memang harganya spike, harganya naik," tutur Airlangga.

Terkait ekspor kelapa sawit, batu bara dan juga ferro alloy, Airlangga menegaskan tidak ada perubahan drastis. Angka ekspor dari tiga komoditas yang akan diurus oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ini relatif sama dengan Mei.

Airlangga pun menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga inflasi tetap terjaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.

"Ini terus kita jaga dan juga pemerintah mendorong beberapa insentif termasuk insentif untuk industri chemicals dimana impor bahan baku plastik akan dinolkan dan ini PMK-nya sedang dibuat," katanya.

Airlangga mengatakan pemerintah juga sudah mengatasi masalah industri petrochemical. Pemerintah menetapkan Bea Masuk (BM) 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia untuk enam bulan ke depan.

Kemudian, program-program pemerintah seperti KUR dan subsidi KPR, yang capaiannya dinilai relatif baik dan aman.

"Dari segi perbankan relatif aman memang dana pihak ketiga juga di perbankan double digit dan kita melihat kredit juga udah mulai berjalan sudah meningkat dibandingkan kuartal yang lalu," ujarnya.

Selain itu, Airlangga menegaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di dalam kisaran 5 persen.

"Jadi relatif semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid," pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut