Ryamizard Ryacudu Kembali Singgung Penangguhan Penahanan Kivlan Zen

Felldy Utama ยท Selasa, 17 September 2019 - 21:33 WIB
Ryamizard Ryacudu Kembali Singgung Penangguhan Penahanan Kivlan Zen

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu kembali menyinggung pembebasan mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. Pernyataan itu disampaikan Ryamizard terkait kondisi kesehatan Kivlan Zen dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menilai penangguhan penahanan terhadap Kivlan Zen layak dipertimbagkan kembali. Menurutnya, banyak jasa Kivlan Zen yang disumbangkan kepada bangsa ini.

"Saya kan sudah minta dibebaskan dulu. Kalau sebagai purnawiran ya saya maunya (dibebaskan). Dia berpuluh tahun sampai pensiun mengabdi kepada negeri ini," ujar Ryamizard usai mengikuti rapat kerja (raker) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Informasi dari pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta menyampaikan kliennya dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta sejak Senin (16/9/2019). Kivlan Zen dirawat karena penyakit komplikasi yang dideritanya.

BACA JUGA:

Sakit Paru-Paru Stadium 2, Kivlan Zen Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

Menhan Berharap Polri Kabulkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen

Kivlan mendapatkan izin menjalani perawatan di luar Rutan Polda Metro Jaya atas persetujuan majelis hakim. Persetujuan tersebut tertuang dalam surat penetapan Nomor 960/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst yang ditandatangani Hariono, hakim ketua dan dua anggota hakim lainnya, Hastopo dan Saifudin Zuhri.

Sebelumnya, usai menggelar silaturahmi bersama purnawiran TNI, di Gedung Kemenhan, Jakarta, Senin (29/7/2019) Ryamizard Ryacudu pernah meminta polisi agar mempertimbangkan penangguhan penahanan yang diajukan Kivlan.

Kivlan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya atas tuduhan kasus makar dan penguasaan senjata api ilegal. Kivlan melalui kuasa hukumnya pernah mengajukan penangguhan penahanan, namun ditolak.


Editor : Kurnia Illahi