Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KSPI Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Ancam Demo Besar-besaran!
Advertisement . Scroll to see content

Said Iqbal Sebut 10 Perusahaan Tekstil-Elektronik RI Terancam Tutup Imbas Perang AS-Israel vs Iran

Kamis, 07 Mei 2026 - 13:45:00 WIB
Said Iqbal Sebut 10 Perusahaan Tekstil-Elektronik RI Terancam Tutup Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, Said Iqbal memperkirakan ada 10 perushaan yang terancam tutup imbas perang AS-Israel vs Iran. (Foto: iNews.id/Ari)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, Said Iqbal menyoroti perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran bisa berdampak pada penutupan perusahaan di bidang tekstil, garmen, plastik, hingga elektronik di Indonesia. Ia memperkirakan sedikitnya 10 perusahaan terancam.

"Semua pengusaha juga kalau bisa kan jangan PHK, jadi dia nggak akan mungkin dia akan mengatakan PHK. Kita tunggu 3 bulan ke depan, ada 10 perusahaan kemungkinan di industri tekstil, garmen, plastik, komponen elektronik yang akan tutup di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan sebagian di DKI (Jakarta)," ujarnya pada wartawan, Kamis (7/5/2026).

Ia mengaku akan menunggu 3 bulan ke depan tentang ada tidaknya PHK massal, yang mana para buruh berharap sejatinya ke depan tidak ada PHK massal.  PHK massal berpotensi terjadi akibat konflik global yang masih menghantui hingga kini.

"Itu kemungkinan akibat perang (Iran-Amerika Serikat-Israel), kalau masih berlanjut. Karena biaya energi kan tinggi," katanya.

Sementara itu, ia mengaku prihatin atas PHK massal yang terjadi pada PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Sebab, ada ratusan karyawan terpaksa berhenti kerja imbas penutupan perusahaan tersebut. Pihaknya pun telah membuka posko pengaduan bagi para karyawan korban PHK.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut