Sambangi Bursa, Rosan Sebut Saham BUMN Masih Punya Yield di Atas 10%
JAKARTA, iNews.id - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai investasi di pasar modal Indonesia masih menjanjikan untuk jangka panjang di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bahkan, saham milik BUMN masih memiliki yield atau tingkat pengembalian tahunan dari investasi di atas 10 persen.
Hal itu disampaikan Rosan saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang melaksanakan inspeksi mendadak ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2025).
Menurut Rosan, investasi yang dilakukan Danantara di pasar modal merupakan investasi jangka panjang. Ia menilai saham-saham BUMN masih memiliki fundamental dan tingkat imbal hasil yang baik.
“Mungkin dalam hal ini yang ingin saya sampaikan bahwa ya kalau kita lihat investasi di bursa buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.
Dasco hingga Rosan Sidak Gedung BEI imbas IHSG Anjlok
“Dan kalau kita lihat bahwa BUMN yang ada di bursa kalau kita lihat secara satu per satu, contohnya Himbara ataupun mineral kita, itu yield-nya juga sangat baik di atas 10-11%,” ungkap Rosan.
Ia juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan dan BEI dalam melakukan berbagai pembenahan untuk memperkuat pasar modal Indonesia.
“Dan kemudian kalau kita lihat lagi dengan, saya masih kasih apresiasi ke OJK dan juga ke bursa dengan beberapa alternator action-nya dalam rangka terus menyempurnakan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih governance, to deepen also our capital market,” katanya.
Rosan mengatakan proses pembenahan tersebut diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap pasar modal Indonesia.
Ia pun mengatakan pendekatan investasi di pasar modal tidak bisa dilihat dalam jangka pendek.
“Ya, tetapi memang kalau kita lihat, oh hari ini, besok, ada seminggu lagi, kan approach kita itu bukan harian. Approach kita bukan bulanan. Approach kita itu jangka panjang,” kata Rosan.
Menurut dia, pertumbuhan jumlah investor ritel menjadi indikator positif bahwa pasar modal Indonesia masih dipercaya masyarakat. Rosan menyebut jumlah investor pasar modal kini mencapai 26 juta hingga 27 juta investor atau naik dibanding tahun lalu yang sekitar 20 juta investor.
“Nah, tentunya logikanya bahwa peningkatan ini terjadi kenapa? Karena investor kita yakin bahwa bursa kita ini makin baik ke depannya dan promising,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan pengelola bursa dan regulator mengenai langkah memperkuat kepercayaan investor, baik investor global maupun investor ritel domestik. Ia kemudian menyinggung pertumbuhan investor ritel yang dinilai terus meningkat di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
“Tetapi juga tadi kami juga banyak berdiskusi bagaimana kemudian investor ritel yang ada terus tumbuh dan berkembang dengan kami kemudian mendengarkan paparan dari pengelola bursa, bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga kemudian membuat para investor lokal merasa nyaman,” ujarnya.
Editor: Puti Aini Yasmin