Sandiaga Uno Targetkan JWSI Jangkau 200.000 Wirausaha Sosial, Siapkan Akses Modal-Pemasaran
JAKARTA, iNews.id - Jaringan Wirausaha Sosial Indonesia (JWSI) resmi diluncurkan dengan target merangkul 100.000 hingga 200.000 wirausaha sosial dalam lima sampai 10 tahun ke depan. Jaringan ini dibentuk untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sosial melalui perluasan akses permodalan, pelatihan, dan pemasaran.
JWSI diluncurkan dalam rangkaian KUMPUL Connect for Change Summit 2026 di Jakarta pada Selasa (20/10/2026). Kehadirannya diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha sosial, investor, dan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dewan Penasihat JWSI sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan jumlah wirausaha sosial di Indonesia saat ini mencapai sekitar 340.000. Pada tahun pertama, JWSI menargetkan dapat menjangkau 10–20 persen dari jumlah tersebut.
"Target pertama kita tahun ini 10 sampai 20 persen dan dengan kerja keras tim, kita yakin dalam 5 sanpai 10 tahun ke depan, paling tidak 100.000 sampai 200.000 jaringan pengusaha, kita menyebutnya sekarang pengusaha sosial atau wirausaha sosial ini bisa menjadi bagian dari perjuangan JWSI," kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, kewirausahaan sosial tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan keberlanjutan lingkungan.
"JWSI akan menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa kita, mengedepankan kewirausahaan yang berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja, terhadap juga keberlanjutan lingkungan, dan yang terpenting adalah menciptakan ekosistem. Ekosistem ini adalah inovasi-inovasi yang semakin nanti bisa memberikan akselerasi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucapnya.
Untuk mendukung pengembangan usaha anggotanya, JWSI diharapkan menyediakan berbagai manfaat, mulai dari peningkatan kapasitas melalui pelatihan, perluasan jaringan pemasaran, hingga kemudahan akses permodalan.
Sandiaga optimistis langkah tersebut dapat mendorong lahirnya inovasi baru dan meningkatkan daya saing Indonesia. Dia juga berharap JWSI dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Saya yakin dengan hal-hal yang konkrit yang dilaksanakan oleh JWSI, harapannya adalah daya saing Indonesia itu akan meningkat. Dengan singkat karena kita tidak punya banyak waktu, 2045 kita menyasar kepada Indonesia Emas dan JWSI harus menjadi bagian dan pilar pencapaian Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045," katanya.
Sementara itu, Pendiri sekaligus Ketua JWSI dan Executive Director Special Projects AVPN, Dini Indrawati Septiani, menjelaskan pembentukan jaringan tersebut dilatarbelakangi kesenjangan antara investor sosial dan pelaku usaha sosial dalam mengakses pendanaan.
Menurut Dini, sejumlah investor sosial memiliki sumber daya dan kesiapan untuk mendukung pengembangan usaha sosial. Namun, mereka kerap kesulitan menemukan pelaku usaha yang kredibel dan sesuai dengan kebutuhan investasi.
Melalui JWSI, pihaknya ingin menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghubungkan kebutuhan investor dan peluang pengembangan usaha sosial. Jaringan ini juga diharapkan membantu mengidentifikasi serta memverifikasi perusahaan sosial yang sesuai dengan kebutuhan pendanaan.
"JWSI masuk sebagai jembatan untuk mengisi kesenjangan antara investor sosial dan juga perusahaan sosial, sehingga kita dapat benar-benar mengidentifikasi memverifikasi kategori perusahaan sosial mana yang sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan dari para investor sosial," jelas Dini.
Editor: Rizky Agustian