Santri Afi Ahmad Ridlo Tak Menyangka Jadi Menteri Agama Sehari Besok
JAKARTA, iNews.id - Afi Ahmad Ridlo, salah satu santri pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo terpilih menjadi menteri agama sehari. Dia akan mulai berkantor pada Kamis (21/10/2021).
Dia mengaku tidak menyangka terpilih menjadi menteri sehari usai menyisihkan jutaan santri di seluruh Indonesia.
"Jujur sampai detik ini tidak nyangka padahal di Indonesia itu ada 30 ribu pesantren yang terdaftar di Kemenag dan totalnya 4 juta santri dan alhamdulillah saya bisa kepilih terbaik 1 berkat doa-doa kyai dan semuanya," jelas Afi saat dihubungi Rabu (20/10/2021).
Afi akan dijadwalkan masuk ke kantor Kemenag di Jalan Lapangan Banteng pukul 08.00 WIB. Lalu bersilaturahmi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren hingga pukul 08.45 WIB.
Mahasiswa UGM Berdayakan Santri Melalui Batik Jumputan
Pada pukul 09.00 WIB, Afi dijadwalkan melakukan silaturahmi dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dilanjutkan dengan prosesi santri sehari menjadi menteri. Saat bertemu Menag, dia akan turut menyampaikan aspirasi guru madrasah di daerahnya agar Kemenag lebih memperhatikan nasib guru madrasah.
"Karena adanya ketimpangan antara guru madrasah dengan guru SD antara di bawahnya Kemenag dengan Kemendikbud. Juga ada pesan dari para pengurus pesantren agar hari Minggu itu diganti menjadi hari Ahad jadi kembali ke sebutan yang dulu pernah digunakan pakai angka Arab Ahad,"ucapnya.
Video Tim Inafis Polres Ciamis Gelar Olah TKP di Lokasi Tewasnya 11 Santri
Kemudian dilanjutkan dengan Rapim bersama seluruh Dirjen,Tenaga Ahli, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama hingga pukul 12.00 WIB. Usai istirahat, acara akan dilanjutkan dengan penyampaian visi “Pesantren Masa Depan” dan dialog dengan pejabat Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren hingga pukul 15.00 WIB.
Pada kesempatan itu, juga turut memaparkan program yang diusungnya yakni pemberdayaan alumni pesantren khususnya pesantren salaf.
"Saya bakal berbicara jika di Indonesia itu hanya 10% dari total santri memenuhi kualifikasi untuk bisa menjadi tenaga pengajar yang expert juga ulama. 90% ini masih dipertanyakan, memang santri mengajarkan agama dan ilmu umum tetapi belum banyak pesantren menyentuh ke segi keterampilan hidup,"katanya.
Sehingga, menurutnya alumni pesantren salaf sebagian besar kurang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Diharapkan dengan adanya pemberdayaan dalam program saya, Kemenag akan bekerja sama dengan Kemendikbud untuk membentuk suatu tim tenaga ahli yang nantinya akan memberikan pengajaran dan pelatihan kepada alumni pesantren sehingga alumni pesantren tersebut bisa masuk di lini industri dan wirausaha," katanya.
Dia menambahkan sudah banyak alumni pesantren yang masuk ke dalam dunia politik dan entertainment namun belum banyak yang berada di bidang ekonomi terutama industri dan wirausaha.
"Yang masih menjadi PR itu di lini industri dan wirausaha harus kita empower dan perkuat di sana," ujarnya.
Editor: Faieq Hidayat