Satgas IDI Minta Masyarakat Tetap di Rumah : Pasien Covid-19 Meninggal Terus Bertambah
JAKARTA, iNews.id - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban meminta masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Salah satunya, kata Prof Zubairi, dengan cara beraktivitas di rumah.
Prof Zubairi mengingatkan bahwa kondisi Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali saat ini sedang tidak baik-baik saja. Angka kematian akibat kasus Covid-19 di Indonesia, saat ini terus mengalami lonjakan yang signifikan.
"Jumlah kasus meningkat luar biasa, pasien meninggal juga menambah terus, jadi resiko penularan tinggi sekali, ini bisa terlihat dari postivity rate mingguan yang tinggi, rata-rata diatas 40 persen," kata Prof Zubairi kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (4/7/2021).
Prof Zubairi mendapatkan laporan bahwa seluruh rumah sakit, khususnya di Jakarta sudah penuh. Kondisi ini, kata Zubairi, membuat Jakarta dalam keadaan darurat. Sebab, banyak pasien yang tidak mendapati perawatan di rumah sakit hingga berdampak pada kematian.
"Sekarang semua rumah sakit di Jakarta dan di tempat lain, itu penuh, sesak, jadi kalaupun kita sakit sukar untuk mencari tempat tidur di RS rujukan Covid," kata Zubairi.
"Oleh karena itu, tinggal di rumah, jangan keluar rumah untuk alasan apapun, tentu ada pengecualian, tapi tetap prinsipnya jangan keluar rumah," kata Zubairi menegaskan.
Sekadar informasi, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah resmi diberlakukan pada 3 Juli hingga 21 Juli 2021. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan ada pengetatan ekstra pada saat pemberlakuan PPKM Darurat.
Keputusan PPKM Darurat ini diambil setelah sejumlah daerah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali mengalami lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang signifikan. Lonjakan kasus diakibatkan munculnya varian baru virus Corona.
Editor: Faieq Hidayat