Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Imbas 2 Bibit Siklon Tropis
Advertisement . Scroll to see content

Satgas Ingatkan Masyarakat Tak Euforia Berlebihan usai Vaksin, Jangan Sampai Seperti India

Senin, 26 April 2021 - 11:28:00 WIB
Satgas Ingatkan Masyarakat Tak Euforia Berlebihan usai Vaksin, Jangan Sampai Seperti India
Satgas meminta masyarakat tetap menaati protokol kesehatan usai divaksin agar fenomena tsunami covid-19 di India tak terjadi di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - India tengah diterpa gelombang kedua penularan covid-19 bak tsunami hingga kewalahan. Salah satu penyebabnya diduga karena warga India lengah dan merasa aman setelah vaksinasi Covid-19.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto pun mengingatkan agar masyarakat tetap hati-hati jangan sampai terjadi euforia vaksinasi Covid-19 yang berlebihan. Dia mengimbau agar tsunami covid-19 di India tak terjadi di Indonesia.

“Jadi euforia vaksin ini memang dari awal kami sangat mengkhawatirkan karena orang berharap bahwa yang sudah divaksin bisa aman kan,” ucapnya di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Bahkan, kata Hery, saat ini kepercayaan diri masyarakat setelah vaksinasi sangat tinggi seperti halnya di India. 

“Dan dengan vaksin maka kepercayaan dirinya itu sangat tinggi. Dan ini apa yang terjadi di India sebagian juga sudah terjadi di Indonesia,” katanya.

Hery juga menjelaskan saat ini mobilitas masyarakat di Indonesia mengalami eskalasi kenaikan terutama terjadi pada akhir pekan. Khususnya di pusat perbelanjaan hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

“Jadi setiap minggu kita selalu menganalisis mobilitas masyarakat. Dan memang benar bahwa memang ada eskalasi kenaikan di pusat perbelanjaan hampir seluruh provinsi di Indonesia. Ini yang memang harus kita waspadai. Umumnya ini terjadi di akhir pekan,” kata Hery.

Hery pun mengatakan kenaikan ini mulai terlihat sejak pekan kedua bulan Maret 2021. 

“Tapi kemudian ini terjadi sejak di bulan Maret, pekan kedua Maret,” katanya.

Hery pun mendukung aturan pembatasan masyarakat. Namun dia mengatakan saat ini masih terjadi kenaikan. 

“Kemudian ada pengumuman bahwa aktivitas masyarakat semakin dibatasi ini memang terjadi sedikit penurunan tetapi memang sedikit terjadi kenaikan,” katanya.

Selain di pusat perbelanjaan, Hery mengatakan mobilitas masyarakat antardaerah juga sudah mulai meningkat. Hal ini seiring dengan kebijakan larangan mudik oleh pemerintah. Sehingga, masyarakat memutuskan untuk melaksanakan mudik lebih awal. 

“Selain di pusat perbelanjaan, mobilitas masyarakat juga semakin meningkat antardaerah. Ini dua-duanya memang sudah terjadi," tuturnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut