Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Porsche Milik Silmy Karim Tak Masuk LHKPN, KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang
Advertisement . Scroll to see content

Satu Perwira Tinggi Polri Mundur dari Seleksi Capim KPK

Kamis, 04 Juli 2019 - 15:57:00 WIB
Satu Perwira Tinggi Polri Mundur dari Seleksi Capim KPK
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Satu dari sembilan perwira tinggi (pati) Polri mengundurkan diri dari seleksi pencalonan pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sembilan pati tersebut telah lolos seleksi internal Polri dan telah mendapat rekomendasi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pengunduran diri salah satu pati tersebut karena syarat administrasi yang tidak terpenuhi.

"Capim KPK, (info) dari SDM saya terima, yang awalnya sembilan jadi delapan, satu orang mundur," katanya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

Mengenai identitas pati tersebut, Dedi enggan mengungkapkan lebih jauh. "Ini persyaratannya cukup ketat karena nilai integritas adalah nilai yang paling tinggi sebagai calon pimpinan KPK," ujar mantan wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini.

Dedi pun mencontohkan salah satu jenis persayaratan administrasi tersebut, yaitu Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang harus diperbaharui. Tujuh dari sembilan Pati itu sudah melaporkan LHKPN, meski laporan pada 2018 belum diperbarui.

Dia mengatakan, sebelumnya pimpinan Polri menyampaikan, untuk membarui LHKPN 2018 yang menjadi syarat untuk mendaftar di Pansel KPK. "Kalau misalnya nanti Pansel menilai itu tidak memenuhi persyaratan administrasi, itu langsung gugur. Kan Pansel yang menilai itu," katanya.

Namun, ketika ditanyai awak media apakah LHKPN menjadi penyebab mundurnya salah satu pati tersebut, Dedi enggan membenarkan hal tersebut. "Saya belum bisa menjawab, nanti kalau sudah final," ujar mantan kabagmutjab Robinkar SSDM Polri ini.

Walaupun satu dari sembilan telah mundur, Dedi menjelaskan, masih ada kemungkinan pendaftar baru lainnya dari Polri untuk mengikuti seleksi capim KPK. Tambahan pendaftar itu saat ini sedang menjalani tahapan administrasi. Jika sudah selesai, nama-nama pendaftar capim KPK dari Polri seluruhnya akan disampaikan secara lengkap kepada publik.

"Dari SDM nanti akan menyampaikan. Apabila sudah ada surat rekomnedasi dari pimpinan, siapa nama-namanya nanti akan kita sampaikan. Ini kan belum final, sampai jam 12 malam untuk penutupan hari ini," tutur Dedi.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut