SBY Nilai Politik Indonesia Berubah Sejak Pilgub DKI Jakarta 2017

Felldy Utama ยท Sabtu, 10 November 2018 - 15:21 WIB
SBY Nilai Politik Indonesia Berubah Sejak Pilgub DKI Jakarta 2017

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Politik di Indonesia sudah berubah sejak Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Politik saat itu diwarnai adanya identitas serta Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).

Namun, kondisi tersebut dinilai wajar. Identitas, SARA, ideologi dan paham memang selalu menyertai politik di mana pun.

"Politik Indonesia tanpa kita sadari sejak tahun 2017 telah berubah," ujar Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutannya di acara pembekalan caleg Partai Demokrat, di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, (10/11/2018).

Menurutnya, identitas, SARA maupun ideologi tidak mungkin dipisahkan dari politik, karena merupakan sesuatu yang natural.

BACA JUGA:

SBY: Saya Bukan Tipe Pemimpin yang Suka Memberikan Angin Surga

MUI Nyatakan Bendera yang Dibakar Oknum Banser Berkalimat Tauhid

"Namun kalau berada dalam tingkatan yang ekstrem, politik dan demokrasi kita tidak sehat, juga berbahaya. Apalagi Indonesia adalah negara majemuk yang penuh kerawanan dan konflik," ucapnya.

Maka itu dia mengajak dan meyerukan kepada semua komponen bangsa, elite politik, serta pimpinan partai politik (parpol) untuk bersama-sama mencegah terjadinya politik identitas dan benturan ideologi yang semakin ekstrem.

"Lihat apa yang terjadi di banyak negara di dunia saat ini, bukan hanya di timur tengah, juga di negara-negara lain yang mengalami malapetaka besar karena politik identitas, politik dengan kebencian yang mendalam," katanya.


Editor : Kurnia Illahi

TAG : sby