Sejumlah Jembatan di Aceh Rampung Dibangun Pascabanjir, Akses Warga Kembali Terhubung
JAKARTA, iNews.id - Upaya pemulihan akses transportasi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh terus menunjukkan hasil nyata. Sejumlah jembatan telah rampung dan mulai digunakan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (1/2/2026), pembangunan jembatan bailey dan armco ini dilaksanakan melalui sinergi pemerintah daerah bersama TNI sebagai bagian dari percepatan pemulihan mobilitas warga, khususnya di wilayah yang sebelumnya terdampak kerusakan infrastruktur akibat bencana.
Di beberapa lokasi, jembatan bailey telah selesai dibangun dan langsung dimanfaatkan masyarakat. Jembatan PLTA Angkup, Kabupaten Aceh Tengah misalnya, kini telah rampung 100 persen.
Jembatan bercat merah putih tersebut berdiri kokoh melintasi sungai dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pun kembali berjalan normal.
Jembatan Bailey Rampung, 2 Desa di Langkat Sumut kembali Terhubung
Hal serupa terlihat pada jembatan bailey di Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah yang juga telah selesai sepenuhnya. Meski masih terdapat alat berat di sisi jembatan, pekerjaan utama telah tuntas.
Sejumlah kendaraan, termasuk truk, sudah terlihat melintas, menandakan jembatan siap menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Jembatan Darurat Kampung Setie Bener Meriah Dibangun, Akses Warga Kembali Terbuka
Sementara itu, pembangunan jembatan bailey di ruas jalan menuju Bandara Rembele, Bener Meriah, masih terus berlanjut. Rangka jembatan telah terpasang dengan kuat, dan saat ini personel TNI tengah menyelesaikan pemasangan baja pelapis lantai jembatan.
18 Jembatan Bailey di Aceh Rampung, Sudah Bisa Dilalui Kendaraan
Alat berat masih dilibatkan untuk mempercepat proses pemasangan material agar jembatan segera dapat digunakan.
Progres serupa juga berlangsung di jembatan bailey Matang Serdang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di lokasi ini, alat berat dikerahkan untuk mengangkut rangkaian baja, sementara personel TNI secara bertahap memasang dinding pembatas dan lantai jembatan.
Selain jembatan bailey, pembangunan jembatan armco di beberapa desa di Aceh juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jembatan armco Desa Terban, Aceh Tamiang telah rampung dan sudah dapat dilalui kendaraan.
Di tahap akhir, personel TNI masih melakukan penghalusan pada tembok pembatas untuk menyempurnakan konstruksi.
Di Desa Blang Kandis, Aceh Tamiang, pembangunan jembatan armco masih dalam tahap penyelesaian. Pelat baja armco telah terpasang, demikian pula beton pelapis berlapis batu kali.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pengerukan dan perapian badan jalan di atas jembatan, serta pelesteran beton pelapis gorong-gorong.
Sementara itu, jembatan armco Desa Salah Sirong 2 hampir sepenuhnya rampung. Beton pelapis telah terpasang dan tengah menunggu proses pengeringan.
Jalan di atas jembatan sudah diratakan dan secara fungsional telah dapat dilalui kendaraan.
Adapun di Desa Salah Sirong 3, pembangunan jembatan armco masih berada pada tahap perakitan baja. Personel TNI terlihat merakit struktur armco yang akan dipasang pada sungai yang sebelumnya terputus akibat banjir.
Pemerintah bersama TNI terus memastikan seluruh pembangunan jembatan ini diselesaikan dengan cepat. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Aceh.
Editor: Rizky Agustian