Sekjen Perindo Desak KPU dan Bawaslu Transparan terkait Rekapitulasi Suara Pemilu
JAKARTA, iNews.id - Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tegas dan transparan terkait rekapitulasi suara Pemilu 2024. Kedua aspek itu demi memenuhi harapan masyarakat menyangkut penyelenggaraan pesta demokrasi yang jujur dan adil (jurdil).
"Sehingga diperlukan ketegasan dan transparansi dari KPU dan Bawaslu, sangat penting untuk perjalanan rekapitulasi agar memenuhi harapan kita semua," kata Rofiq dalam tayangan iNews Sore bertajuk 'Banyak Suara Hilang, Netizen Sorot Pemilu Curang' secara virtual, Selasa (27/2/2024).
Caleg DPR RI Dapil Banten III dari Partai Perindo itu menyebut, dugaan pengalihan suara untuk kepentingan tertentu bukan rahasia umum.
"Saat ini masih penghitungan di PPK. Di PPK bukan rahasia umum lagi suara yang bisa dialihkan dalam konteks kepentingan tertentu. Nah jaminan suara ini autentik dari masyarakat kita pakai yang mana," ujarnya.
Suara Perindo Diduga Dialihkan ke Parpol Lain, Pengamat: Kejahatan Demokrasi Nyata Tak Bisa Ditoleransi
Pantauan iNews.id pada situs resmi KPU pada Selasa (27/2/2024) pukul 09.00 WIB, total suara Partai Perindo sebanyak 1.001.083 atau 1,32 persen. Namun, pada pukul 19.00 WIB, suara Partai Perindo turun menjadi 959.959 atau 1,27 persen.
Sebelumnya, Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pemilu Presiden (TKRPP) sekaligus Politikus PDIP, Deddy Yevri Sitorus merasa janggal dengan proses penghitungan suara Pemilu 2024. Apalagi, KPU telah memberi perintah ke aparat penyelenggara pemilu ke daerah untuk menghentikan proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.
Partai Perindo Nilai Sirekap Belum Optimal Cegah Dugaan Manipulasi Suara
Deddy mengatakan, penghentian itu didasari atas dugaan adanya partai kecil di lingkungan penguasa yang dipaksakan masuk parlemen. Dugaan itu diperkuat setelah dirinya mendapat informasi adanya operasi pengalihan suara Partai Perindo kepada partai gurem yang ada di lingkungan Istana.
"Ada kuat kecurigaan upaya tersistematis untuk memenangkan salah satu kontestan pemilu. Ada kabar saya dengar kabar bahwa ada operasi agar suara partai kecil akan diambil untuk dialihkan, terutama Partai Perindo, Gelora dan Partai Ummat," kata Deddy dalam keterangannya, dikutip Kamis (22/2/2024).
C1 Perindo Ditutupi hingga Tak Terlihat, Sekjen Perindo: Merugikan Partai, Resahkan Masyarakat!
Sementara itu, Juru Bicara Nasional Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad menyikapi temuan C1 atau C hasil milik partainya di aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU blank hingga ditutupi. Menurutnya, pengalihan suara ke partai politik (parpol) lain bisa terjadi karena minimnya transparansi.
“Kemungkinan itu bisa saja terjadi ya karena tidak adanya keterbukaan itu, kemudian orang bisa menduga-duga banyak hal termasuk pengalihan suara parpol atau paslon lain kan gitu ya," kata dia, Minggu (25/2/2024).
C1 Perindo Blank hingga Ditutupi, Ferry Kurnia: Hentikan Dulu Sirekap, Benahi Sistem!
Editor: Rizky Agustian