Sekolah Tatap Muka, Satgas Ingatkan Keselamatan Siswa Harus Diutamakan

Okezone, Fahreza Rizky ยท Rabu, 25 November 2020 - 01:00:00 WIB
Sekolah Tatap Muka, Satgas Ingatkan Keselamatan Siswa Harus Diutamakan
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Adisasmito menyebut keselamatan siswa menjadi yang utama saat kegiatan sekolah tatap muka digelar. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memberikan izin kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan mulai Januari 2021. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Adisasmito mengatakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 harus mengutamakan keselamatan siswa.

Wiku mengingatkan kegiatan belajar dan mengajar tatap muka di sekolah berpotensi tinggi menyebabkan penularan covid-19. Dia menegaskan protokol kesehatan di sekolah harus diterapkan secara ketat agar tidak menimbulkan klaster baru.

"Terkait penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi, yang perlu kita ingat bersama yaitu keselamatan siswa merupakan yang utama dan harus terus dimonitor," ujar Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini ditandatangi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri yang diumumkan pada Jumat (20/11/2020) di Jakarta.

Dalam SKB tersebut dijelaskan kewenangan pemerintah daerah, kantor wilayah, kantor Kementerian Agama untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah dibawah kewenangannya masing-masing mulai semester genap 2021 di bulan Januari tahun 2021.

Untuk sekolah atau institusi pendidikan, sebelum diperbolehkan membuka kegiatan belajar mengajar harus memenuhi daftar periksa. Yaitu memastikan ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun pakai air mengalir atau hand sanitizer dan disinfektan. Selain itu sekolah harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, dan memilki alat pengukur suhu badan atau thermogun.

Dan satuan pendidikan harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid, risiko perjalanan pulang pergi termasuk akses transportasi yang aman, serta riwayat perjalanan dari daerah dan zona risiko tinggi dan kontak erat serta pemeriksaan rentang isolasi mandiri yang harus diselesaikan pada kasus positif Covid-19. Kemudian persetujuan Komite Sekolah atau perwakilan orang tua atau wali.

"Kegiatan belajar mengajar tatap muka yang akan dimulai tahun depan, tidak berarti kegiatan belajar mengajar akan berlangsung seperti sediakala secara instan. Perlu diingat, instansi pendidikan dapat menjadi salah satu klaster penularan Covid-19 apabila tidak berpedoman pada protokol kesehatan," ucap Wiku.

Dia meminta sekolah maupun tenaga pengajar dan peserta didik jangan pernah lalai dengan protokol kesehatan. Terus disiplin dalam menjaga jarak salah satunya dengan pembuatan jadwal masuk, pembatasan kapasitas kelas, meniadakan kegiatan sekolah yang berpotensi menimbulkan kerumunan, disiplin memakai masker dan tidak pernah lupa untuk mencuci tangan baik sebelum dan sesudah berkegiatan. 

"Hal ini merupakan prinsip yang harus diutamakan," ujar Wiku.

Pada intinya Wiku menekankan seluruh upaya yang sedang dilakukan saat ini merupakan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif aman Covid-19, yang dilakukan secara prinsip bertahap. Tahapannya, dari prakondisi, timing , prioritas, koordinasi pusat dan daerah, dan monitoring evaluasi.

Sebelum implementasi kegiatan belajar tatap muka dilakukan, perlu adanya simulasi terlebih dahulu. Masih ada waktu sekitar 1,5 bulan lagi yang dapat menjadi momentum berlatih. Semua simulasi serta pembukaan yang bertahap ini akan berhasil dilaksanakan jika sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lintas kementerian/lembaga terjalin dengan baik.

"Mari kita menyongsong matahari yang bersinar di tahun 2021, untuk kehidupan yang produktif dan aman Covid-19," kata Wiku.

Editor : Rizal Bomantama