Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,29 Persen, BPS Sebut Konsumsi dan Investasi Masih Kuat
Advertisement . Scroll to see content

Sektor Luar Negeri Diabaikan, Jangan Harap Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:51:00 WIB
Sektor Luar Negeri Diabaikan, Jangan Harap Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen
Ekonom Senior INDEF, Didik J Rachbini (Foto: Dok Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Didik J Rachbini
Ekonom Senior INDEF

KELEMAHAN, kekurangan, atau bahkan kesalahan kebijakan ekonomi dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada dasarnya hanya satu, yakni mengabaikan sektor luar negeri. 

Seluruh upaya dan dinamika ekonomi selama ini terlalu inward looking. Hanya sektor dalam negeri yang dikemas dengan berbagai kontroversi kebijakan, tetapi hasilnya tetap tumbuh moderat sekitar 5 persen. Dengan kebijakan selama ini, tidak mungkin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyamai Vietnam yang berhasil mencatatkan pertumbuhan tahunan hingga 8,3 persen.

Jika kelemahan kebijakan ini bisa diatasi dan kebijakan ekonomi ditransformasikan menjadi outward looking, investasi luar negeri akan masuk karena adanya sistem insentif, dukungan infrastruktur yang baik, serta birokrasi yang ramah dan efisien. Pada saat yang sama, investasi dalam negeri dapat bertumbuh bersamaan dengan masuknya investasi luar negeri karena adanya rancangan kebijakan yang berorientasi ekspor (outward looking). Sektor industri akan berkembang jauh lebih baik dari kondisi sekarang karena didukung sumber daya nasional yang kuat (resource-based industry).

Pemerintah mesti membahas kembali kebijakan ekonomi untuk mengatasi kelemahan kebijakan selama ini. Untuk menuju pertumbuhan 7-8 persen seperti Vietnam, perubahan orientasi kebijakan ekonomi dari inward looking menjadi outward looking mutlak harus dilakukan. Jika tidak, dan hanya mengandalkan sumber daya serta pasar dalam negeri, Indonesia harus puas dengan tingkat pertumbuhan moderat 5 persen atau bahkan di bawahnya. Tanpa perubahan kebijakan, janji kampanye sulit untuk bisa diwujudkan.

Memang, Indonesia tidak sama sekali mengabaikan sektor luar negeri. Tetap ada kegiatan dan dunia usaha yang melakukan ekspor, menarik foreign direct investment (FDI), dan melakukan hilirisasi. Masalahnya, sektor luar negeri belum dijadikan mesin utama transformasi struktural dan industrialisasi. Kebijakan masih relatif terlalu berorientasi pada pasar domestik, substitusi impor, penguasaan sumber daya, dan konsumsi domestik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut