JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN Erick Thohir menjadi kandidat kuat calon wakil presiden (cawapres) dalam sejumlah survei jelang Pemilu 2024. Bahkan Erick disebut memiliki sejumlah bekal yang kuat sebagai bakal cawapres.
Pengamat Politik M Qodari mengatakan Erick memiliki bekal yang potensial untuk diusung, salah satunya mengantongi dukungan dari partai politik (parpol) untuk maju sebagai cawapres di Pilpres 2024. Beberapa partai di antaranya PAN dan PPP.
Trump Ancam China Jika Kirim Senjata ke Iran, Ini Respons Beijing
"Nah calon wakil presiden yang punya elektabilitas tinggi apalagi tak punya partai politik, misalnya Pak Erick Thohir," kata dia, Minggu (26/3/2023).
Dia menambahkan, Erick saat ini mempunyai dukungan dari PAN dan PPP. Kemudian Erick memiliki sumber daya dan secara pribadi cocok menjadi cawapres.
Jokowi Kuatkan Sinyal Duet Ganjar-Erick di Pilpres 2024
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indo Barometer ini melanjutkan Erick telah mendapatkan dukungan dari PAN dalam acara rakornas pada bulan Februari 2023.
Dalam acara itu, Erick didukung sebagai cawapres. Di hadapan Presiden Jokowi, PAN memberikan dukungan untuk maju bersama Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang.
Sementara itu, Waketum PPP Arsul Sani mengatakan mayoritas kader internal menginginkan Erick untuk diusung sebagai cawapres. PPP kemudian menyusul sikap PAN dengan memberikan dukungan kepada Erick Thohir sebagai cawapres.
Di samping itu, elektabilitas Erick Thohir sebagai cawapres tinggi. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Indo Barometer elektabilitas Erick Thohir sebagai cawapres berada di urutan pertama dan sebesar 22,9 persen. Pesaing terdekatnya Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa yang hanya memiliki elektabilitas sebesar 15,8 persen.
"Karena itu, Erick Thohir menjadi cawapres paling potensial untuk diusung pada pilpres 2024 mendatang," kata dia.
Qodari mengatakan potensi yang dimiliki oleh Erick Thohir sebagai cawapres mampu memenangkan siapa pun capres yang akan mendampingi di kontestasi demokrasi mendatang.
"Jadi sekali lagi, pada dasarnya setiap calon wakil presiden yang elektabilitasnya tinggi itu bisa membantu calon presidennya untuk menang," katanya.
Editor: Rizal Bomantama