Nafar Awal, 142.000 Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina
MAKKAH, iNews.id – Rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) segera berakhir pada pengujung pekan ini. Hingga kini, sudah lebih dari 140.000 jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Awal meninggalkan Mina menuju Makkah.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Mina Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Zaenal Muttaqin mengatakan, 142.000 jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah karena mengambil Nafar Awal. Sementara total jemaah haji reguler dari Tanah Air yang melaksanakan wukuf di Arafah ada 212.000 orang.
“Sekitar 30 persen lagi yang akan meninggalkan Mina untuk masuk ke Makkah, mereka mengambil Nafar Tsani pada 13 Zulhijjah,” kata Zaenal, Jumat (30/6/2023).
Menurut dia, sebagian jemaah haji yang tiba di Makkah sudah ada yang melaksanakan tawaf Iffadah di Masjidilharam dan tahalul qubra.
“Sebagian jemaah sudah tawaf ifadah dan kemudian tahalul qubro, jadi sudah selesai seluruh rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan oleh jemaah haji Indonesia,” kata Zaenal.
Pada hari terakhir di Mina pada 13 Zulhijah atau Sabtu, 1 Juli 2023, seluruh petugas Satgas Mina akan memastikan seluruh tenda-tenda atau maktab kosong. Sehingga tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal di Mina.
"Kita akan melakukan sweeping dan pemeriksaan secara ketat baik di tenda, kamar mandi atau di tempat-tempat yang mungkin bisa jadi ada jemaah Indonesia yang harusnya meninggalkan Mina, tetapi masih berada di Mina,” katanya.
Zaenal menambahkan, secara keseluruhan, proses ibadah haji mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan Mina selama tiga hari berjalan lancar.
Hal pertama hang menjadi bahan evaluasi adalah kapasitas tenda. Menurut dia, penambahan kuota jemaah haji Indonesia mempunyai konsekuensi dengan kapasitas tenda di Mina. “Kita sudah mempersiapkan tenda, tetapi kemudian ada kuota tambahan, ini kita perlu perhatikan secara bersama-sama,” ujarnya.
Begitu juga dengan konsumsi. Menurut Zaenal, pihaknya terus berkomunikasi dengan Masyariq atau pengelola Armuzna agar mempersiapkan lebih awal.
“Termasuk fasilitas toilet seperti ketersediaan air. Di awal-awal masih ada kendala kemudian kita terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Masyariq alhamdulillah sudah semakin membaik,” tuturnya.
Terkait dengan persoalan transportasi di Armuzna, Zaenal mengatakan, hal itu sudah diperhitungkan dengan matang oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Jika terlalu banyak transportasi akan membuat jalan macet sehingga perlu dipertimbangkan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil