Serbuk asal Brasil buat Padamkan Karhutla Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif Dibanding Air
PALEMBANG, iNews.id - Material khusus untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diuji coba di Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Material bernama Realiza Anti Chamas dari Brasil tersebut diklaim 10 kali lebih efektif memadamkan api dibandingkan penggunaan air saja.
Material berbentuk serbuk itu dilarutkan dalam air sebelum disemprotkan ke api. Bahan tersebut berfungsi menghambat penyebaran api agar tidak meluas, terutama di lahan gambut.
Koordinator tim penyedia dari Brasil, Paolo Barroso, menjelaskan material tersebut dapat dicampurkan menggunakan truk tangki pemadam atau tandon yang kemudian diangkut untuk keperluan pemadaman melalui metode water bombing.
Menurut Paolo, material tersebut tidak bersifat korosif sehingga tidak merusak tangki maupun penampung air setelah serbuk dilarutkan.
“Kelebihan material ini tidak bersifat toksik. Tidak memiliki efek pada manusia, satwa ataupun lingkungan,” kata Paolo Barroso, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Material tersebut akan berubah menjadi gel setelah terkena air. Paolo menjelaskan, gel itu akan terurai dengan sendirinya setelah 72 jam.
“Penyemprotan air yang bercampur material ini mampu 10 kali efektif dibandingkan pemadaman api hanya dengan air,” ujarnya.
Uji coba ini melibatkan Satuan Tugas Darat yang terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Manggala Agni. Sebelum menuju lokasi, tim penyedia memberikan pengarahan mengenai penggunaan material serta aspek keamanannya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuasin Reza Agust Perdana menilai penggunaan material tersebut memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pemadaman menggunakan air biasa. Sebelumnya, Realiza Anti Chamas juga telah diujicobakan di salah satu desa di wilayah Banyuasin.
“Hasilnya memang api cepat padam dan tidak menimbulkan asap,” ujar Reza.
Dia mengatakan, hasil pemadaman menggunakan air tanpa campuran material tersebut berbeda. Pada kebakaran di lahan gambut, pemadaman dengan air biasa masih menghasilkan asap.
Editor: Reza Fajri