SI PPI Dunia ke-18 di Kairo Perkuat Kolaborasi Pelajar Indonesia dari Berbagai Negara
KAIRO, iNews.id - Simposium Internasional PPI Dunia ke-18 resmi digelar di Kairo, Mesir, pada 19–23 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Pelajar Dunia Menuju Masa Depan Indonesia yang Tangguh dan Berkeadilan”, ini mempertemukan pelajar dan delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dari berbagai negara dalam rangkaian forum, diskusi, kegiatan budaya, workshop, hingga agenda penutupan.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan Grand Opening di Al Azhar Conference Center, Nasr City, Kairo, pada Sabtu (19/9). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari Indonesia dan Mesir, di antaranya Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir Kuncoro Giri Waseso, Koordinator PPI Dunia periode 2025/2026 Andika Ibrahim Nasution, serta sejumlah perwakilan dari Al Azhar.
Sebanyak 509 peserta menghadiri pembukaan yang terdiri atas 150 peserta umum, 34 stakeholder, 264 panitia, dan 61 delegasi dari berbagai perwakilan PPI di seluruh dunia.

Pada hari berikutnya, Kongres Internasional PPI Dunia 2026 menjadi salah satu agenda utama. Forum yang digelar di Markaz Sheikh Zayed, Nasr City, tersebut membahas sejumlah agenda organisasi, mulai dari pengesahan Anggaran Dasar (AD), pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART), pemilihan Koordinator PPI Dunia periode 2026/2027, hingga penentuan tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia berikutnya.
Persidangan berlangsung dengan diskusi dan argumentasi antardelеgasi. Setelah pembahasan, Anggaran Dasar disepakati untuk disahkan. Sementara pembahasan ART kemudian dijadwalkan untuk dilanjutkan secara daring berdasarkan kesepakatan peserta.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Senin (21/9) melalui Seminar Panel dan Cultural Night. Dalam Seminar Panel, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon membahas keberagaman budaya Indonesia serta pentingnya inventarisasi budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Seminar juga membahas dinamika ekonomi global dan penguatan daya saing Indonesia bersama perwakilan KBRI Kairo.
Pada malam harinya, Cultural Night menghadirkan beragam kesenian nusantara, mulai dari Rampak Bedug Banten, Tarian Empat Etnis Sulawesi, Rapai Geleng Aceh, Nandak Ajer Betawi, hingga Tari Kecak Bali. Pertunjukan dikemas dengan konsep teatrikal dan mengangkat tema “Trihitakarana Jaga Dhita Nusantara”.

Pada Selasa (22/9), peserta mengikuti workshop bertajuk “Artificial Intelligence for the Advancement of Research and Scientific Inquiry” yang menghadirkan Prof. Yasser Elshayeb. Kegiatan tersebut dilengkapi sesi tanya jawab, hand coaching, dan ulasan terhadap hasil peserta. Expo Komunitas Masisir dalam bidang sains dan pendidikan turut hadir dalam rangkaian workshop.
Seluruh rangkaian SI PPI Dunia ke-18 kemudian ditutup melalui Grand Closing dan Gala Dinner di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia, Kairo, pada Rabu (23/9). Agenda penutupan diisi penampilan budaya, sambutan, PPID Awards, pengumuman pemenang International Symposium Competition 2026, serta Gala Dinner.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SI PPI Dunia ke-18 menjadi ruang pertemuan bagi pelajar Indonesia dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi yang diharapkan dapat terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.
Editor: Maria Christina