Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Tembus 35,5 Derajat Celsius
Advertisement . Scroll to see content

Siklon Tropis Haishen Mengintai di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 21:01:00 WIB
Siklon Tropis Haishen Mengintai di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi tumbuhnya Siklon Tropis Haishen di Samudra Pasifik utara Papua (dok. BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi tumbuhnya Siklon Tropis Haishen di Samudra Pasifik utara Papua. Siklon yang berasal dari bibit siklon 97W ini berada pada kategori satu dan diprediksi akan terus bergerak menuju arah utara menjauhi wilayah Indonesia.

“Saat ini, posisi siklon berada di Samudra Pasifik utara Papua,” tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Meskipun Siklon Tropis Haishen tidak berada langsung di daratan Indonesia, BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai dampak tidak langsung yang dapat memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah selama 24 jam ke depan, setidaknya hingga Selasa (14/7/2026).

BMKG melaporkan keberadaan siklon diprediksi akan memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Selain potensi hujan, masyarakat perlu mewaspadai kondisi perairan karena siklon ini memicu gelombang laut tinggi dalam kategori Moderate Sea dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Area yang terdampak gelombang tinggi tersebut meliputi Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Laut Maluku bagian utara, serta kawasan Samudra Pasifik di utara Maluku hingga wilayah Papua Barat Daya.

BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum siklon ini akan tetap persisten dalam sehari ke depan. Oleh karena itu, warga yang berada di wilayah terdampak, khususnya para nelayan dan pelaku transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan tinggi gelombang.

“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan, gelombang tinggi, dan kondisi cuaca yang dapat berubah secara cepat,” imbau BMKG.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut