Soal Syarat Umrah, Ma'ruf Amin Minta Menkes Lobi Pemerintah Arab Saudi
JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Masduki Baidlowi mengatakan Arab Saudi mengizinkan 50.000 per hari untuk jemaah umrah dari seluruh dunia. Namun belum diketahui jatah bagi Indonesia untuk ibadah umrah tersebut.
“Entah nanti berapa jatah untuk Indonesia. Bahkan ada 100.000 setiap hari bisa berada beribadah di Masjidil Harom,” katanya, Jumat (23/4/2021).
Namun dia mengatakan bahwa syaratnya adalah para jemaah itu sudah divaksin covid-19 yang sudah tersertifikasi oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Sementara itu masyarakat Indonesia sebagian besar telah divaksin dengan vaksin Sinovac.
“Ternyata masyarakat Indonesia sudah banyak yang divaksin tapi vaksinnya adalah vaksin covid-19 Sinovac. Sinovac ini baru dalam proses daftar di WHO. Nah ini masalah,” tuturnya.
Masduki mengatakan bahwa Wapres Ma'ruf Amin telah meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk melakukan lobi ke pemerintah Arab Saudi dan China.
“Kalau misalnya yang berhubungan dengan Arab Saudi misalnya bagaimana supaya sebisa mungkin yang namanya vaksin yang ada di Indonesia, yaitu vaksin Sinovac itu diperbolehkan. Itu yang diminta oleh Wapres supaya dilobi ke Pememerintah Arab Saudi,” ujarnya.
“Begitu juga lobi terhadap Pemerintah China. Supaya bagaimana Pemerintah Indonesia mendorong Pemerintah China agar segera melakukan proses secepatnya supaya WHO bisa segera memberikan sertifikasi kepada vaksin Sinovac. Sehingga dengan demikian tidak ada hambatan lagi bagi jemaah umrah dari Indonesia yang mau beribadah,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Wapres juga meminta agar Menteri Agama juga intensif melakukan lobi ke Pemerintah Arab Saudi.
“ Yang mana Menag sudah berikhtiar, tapi bagaimana agar ada timnya lebih intensif bekerja untuk itu,” katanya.
Editor: Faieq Hidayat