Stasiun Palmerah Dipenuhi Ribuan Mahasiswa dari BEM se-Jabodetabek
JAKARTA, iNews.id - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) terus berdatangan dan sudah berada di sekitar gedung DPR RI. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek itu, sudah berada di Stasiun Palmerah yang lokasinya berdekatan dengan DPR.
Wanda, mahasiswi STMIK Bina Sarana Global Tangerang, mengatakan, aksi ini dilakukan untuk memprotes sejumlah kebijakan DPR yang kerap hanya menguntungkan kepentingan mereka dan mengabaikan kepentingan publik yang lebih luas. "Seperti Revisi Undang-Undang KPK, UU KUHP, dan lainnya," ujar Wanda.
Selain itu, Wanda juga menyesalkan sikap pemerintah yang dinilai kurang tegas dalam mengatasi kasus kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan. Kebakaran hutan di dua daerah tersebut selalu terjadi setiap tahun.
"Kita menyayangkan karena dalang-dalang di balik pembakaran hutan Riau, ini selalu terjadi setiap tahun dan selalu terjadi lagi, namun lagi-lagi pengadilan selalu meloloskan pihak-pihak di balik pembakaran hutan," tuturnya.
Sambut Demonstrasi Belasan Ribu Mahasiswa, Polisi Pasang Kawat Berduri di DPR
Riky, mahasiswa STMIK Global lainnya, menambahkan, aksi ini selain memprotes sejumlah kebijakan yang diambil DPR bersama pemerintah, juga sebagai bentuk solidaritas BEM se-Jabodetabek. "Kita ingin menduduki gedung DPR," katanya.

Demo Hari Ini Bakal Diikuti Belasan Ribu Mahasiswa dan Petani
Sebelumnya, ribuan mahasiswa lainnya sudah merapat ke Gedung DPR. Mereka longmarch dari arah Semanggi menuju depan Gedung DPR untuk berkumpul dengan kelompok lainnya untuk melakukan aksi.
Pantauan di lokasi, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia bersatu untuk menyampaikan aspirasinya di depan gedung parlemen. Ruas Jalan Gatot Subroto dari kawasan Semanggi menuju Gedung DPR ditutup.
Terpantau ribuan mahasiswa terdiri dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, UIN Bandung, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Negeri Lampung (Unila) dan puluhan kampus lainnya.
Editor: Djibril Muhammad