Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran: Beras Fortifikasi yang Terbukti Melanggar Tak Boleh Beredar
Advertisement . Scroll to see content

Stok Beras Dipastikan Aman hingga Nataru, Pasokan di Pasar Induk Cipinang Tembus 1.500 Ton per Hari

Minggu, 20 September 2026 - 16:22:00 WIB
Stok Beras Dipastikan Aman hingga Nataru, Pasokan di Pasar Induk Cipinang Tembus 1.500 Ton per Hari
Bapanas memastikan pasokan beras aman hingga Nataru dengan pasokan ke Pasar Induk Beras Cipinang sekitar 1.500 ton per hari. (Foto: Ilustrasi/Tangguh Yudha)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras tetap aman hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini terlihat dari pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang masih normal di kisaran 1.500 ton per hari.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan, pemantauan langsung ke PIBC menunjukkan ketersediaan beras secara keseluruhan masih dalam kondisi aman. Meski demikian, permintaan di pasar berpotensi sedikit menurun seiring penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

"Dari pemantauan yang kami lakukan, pasokan beras masih berada di kisaran 1.500 ton per hari. Memang dimungkinkan terdapat sedikit penurunan permintaan di pasar, salah satunya seiring dengan penyaluran program bantuan pangan kepada masyarakat, namun stok secara keseluruhan tetap aman," ujar Maino, Minggu (20/9/2026).

Maino menambahkan, pemerintah terus menjaga stabilitas pasokan untuk mengantisipasi kebutuhan pangan menjelang akhir tahun, termasuk periode Nataru. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) juga didukung realisasi pengadaan beras dan gabah dari dalam negeri. Hingga 18 September 2026, pengadaan gabah dan beras nasional telah mencapai 3.958.605 ton atau sekitar 98,96 persen dari target 4 juta ton.

Pemerintah juga terus menggencarkan stabilisasi pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Realisasi program tersebut sejak Maret telah mencapai 809.865.665 kilogram atau 97,81 persen dari target.

Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli-September 2026 hingga 18 September telah mencapai 682.671.450 kilogram. Angka tersebut setara dengan 68,45 persen dari total pagu 997.332.240 kilogram untuk masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pasar beras. Menurutnya, pemerintah perlu berkolaborasi dengan pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Persoalan pangan, khususnya beras, harus kita selesaikan secara bersama-sama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, diperlukan sinergi antara Badan Pangan Nasional, pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, serta seluruh pemangku kepentingan," kata Rahmanto.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo menyampaikan pihaknya berkomitmen penuh menjaga kelangsungan ekosistem perberasan dari tingkat pedagang hingga konsumen akhir.

"Yang juga penting adalah bagaimana kita menjaga ekosistem perberasan tetap berjalan dengan baik. Pada akhirnya, tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan beras tersedia dengan kualitas yang baik, serta dapat diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau," ujar Dodot.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut