Struktur Teks Pidato Persuasif, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya
JAKARTA, iNews.id – Struktur teks pidato persuasif perlu ketahui agar orator bisa menyusun teksnya dengan baik dan benar. Ini juga berfungsi sebagai kerangka atau acuan bagi seseorang dalam pidatonya.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa teks pidato persuasif adalah jenis pidato bertujuan untuk menarik perhatian hingga mempengaruhi pemikiran dan perasaan pendengar.
Teks pidato persuasif umumnya dipakai dalam kehidupan sosial. Seperti, pada upacara bendera, pada pembuka kegiatan kerja bakti, maupun upacara hari-hari peringatan
Berikut ini adalah penjelasan struktur pidato persuasif yang perlu diketahui, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (27/9/2023).
1. Pembukaan
Pembukaan teks pidato terdiri dari tiga bagian, yaitu salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur.
Pada bagian ini berisi pengenalan topik atau permasalahan yang akan dibahas. Hal ini berfungsi sebagai pengantar sebelum pada tahap penjelasan/isi pidato. Selain itu juga berisi deskripsi singkat tentang topik permasalahan.
2. Isi pidato
Isi pidato adalah bagian yang paling penting karena di dalamnya mengandung inti dari suatu hal yang ingin disampaikan atau dibicarakan orator (orang yang menyampaikan pidato).
Pada bagian ini, orator biasanya akan memperjelas secara detail dan jelas apa yang disampaikannya kepada pendengar. Isi pidato dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pernyataan posisi, tahap argumen, dan penguatan pernyataan posisi.
3. Penutup Pidato
Sesuai namanya, bagian penutup adalah akhir dari sebuah pidato. Penutup pidato yang baik mengandung kesimpulan ringkas terkait materi, permintaan maaf pada pendengar atas kesalahan kata, dan salam penutup.
Biasanya orator akan menutup dengan saran, ajakan, kesimpulan pidato agar semakin meyakinkan para audiens atas pernyataan yang sudah disampaikan.
Kaidah kebahasaan teks persuasif harus meliputi di antaranya:
1. Menggunakan kalimat yang bersifat membangun.
2. Menggunakan intonasi yang baik, yang dapat mempersuasi pendengar (bila dilisankan).
3. Lafal harus jelas (bila dilisankan).
4. Bersifat mengajak dan mempengaruhi.
5. Dicirikan dengan adanya kata-kata persuasi atau bujukan seperti ‘ayo’ dan ‘mari’.
6. Mengandungi kata-kata dengan dan imbuhan -lah.
7. Diakhiri dengan tanda baca seru (!).
8. Memuat sejumlah pendapat dan fakta.
9. Banyak menggunakan kata ganti kita, sebagai tanda bahwa tidak ada pembeda antara penulis dengan pembaca. Sehingga daya bujuk terhadap pembaca akan lebih kuat.
10. Menggunakan kalimat yang bersifat membangun.
11. Menggunakan intonasi yang baik, yang dapat mempersuasi pendengar (bila dilisankan).
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kepada Bapak sekolah beserta jajarannya yang saya hormati.
Kepada para siswa siswi yang saya banggakan.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT Yang telah memberikan kenikmatan kepada kita, sehingga kita dapat bertemu walaupun secara daring. Shalawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Terima kasih kepada seluruh siswa siswi dan bapak ibu guru yang ikut menyaksikan acara ini. Tujuan saya berpidato ingin menyampaikan edukasi, pembelajaran tentang kebersihan terutama di masa pandemi ini karena pada hari ini tanggal 5 Juni kita memperingati hari kebersihan dunia.
Seperti yang kita telah ketahui bersama, pada akhir tahun 2019 terdapat peristiwa yang mengguncangkan dunia yaitu virus covid-19. Virus ini berasal dari Wuhan Cina yang menyebar dengan cepat sehingga pada bulan Maret yang lalu kegiatan KBM diganti dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh).
Virus ini sangat berbahaya. Penyebarannya yang cepat sehingga terdapat jutaan manusia yang terpapar virus ini dan tidak sedikit yang meninggal. Virus ini menyerang paru paru, maka hidung menjadi saluran yang perlu diperhatikan sehingga sekarang jika kita keluar rumah diwajibkan memakai masker.
Untuk menghindari virus ini, selain memakai masker, kebersihan sangatlah berpengaruh dalam mencegah penyebaran virus Corona. Sebagai contoh, terdapat orang yang terkena virus covid-19 namun tidak diketahui. Ia memegang benda umum seperti pegangan pintu, tombol lift dan lain-lain.
Ketika kita mencuci tangan, virus yang terdapat pada tangan akan hilang karena virus mati jika terkena alkohol minimal 70 persen sehingga kita aman. Pedoman dalam mencegah virus ini adalah 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hal ini sangat ditekankan terutama saat di tempat umum.
Ketika pulang dari tempat umum, kita sangat ditekankan untuk mandi karena tidak tahu apa yang terjadi di luar sana. Oleh karena itu, marilah hentikan penyebaran virus Covid-19 dengan menerapkan 3M dan tetap menjaga kebersihan.
Kesimpulan dari pidato yang saya sampaikan tadi adalah agar tetap menerapkan 3M dan menjaga kebersihan untuk menghentikan penyebaran virus covid-19.
Terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan pidato. Saya mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam tutur kata dalam penyampaian pidato ini.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Editor: Johnny Johan Sompotan