Suharjito Penyuap Edhy Prabowo Bukan Orang Sembarangan, Pabriknya Pernah Didatangi Menteri

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 26 November 2020 - 20:45:00 WIB
Suharjito Penyuap Edhy Prabowo Bukan Orang Sembarangan, Pabriknya Pernah Didatangi Menteri
KPK menunjukkan para tersangka kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster yang menyeret Menteri KKP Edhy Prabowo, Kamis (26/11/2020). (Foto: Sindonews).

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Dua Putra Perkasa Suharjito sebagai tersangka kasus dugaan ekspor benih lobster (benur) yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Suharjito ditersangkakan sebagai pemberi suap Edhy.

Suharjito bersama Edhy dan empat orang lain telah ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). Mereka ditahan selama 20 hari pertama hingga 14 Desember 2020.

Atas penetapan tersangka itu, Edhy meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo. Dia juga meminta maaf kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Pertama saya minta maaf kepada Bapak Presiden. Saya sudah mengkhianati kepercayaan beliau kepada saya," kata Edhy, Kamis (26/11/2020), dini hari.

Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Okezone/Fachreza Rizky)
Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Okezone/Fachreza Rizky)

Total tujuh orang ditetapkan tersangka. Selain Suharjito dan Edhy, empat lainnya yang juga diduga sebagai penerima suap yakni Staf Khusus Menteri KKP sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Andreau Pribadi (AMP), Sekretaris Pribadi Menteri KKP Amiril Mukminin (AM), pengurus PT Aero Citra Kargo, Siswadi (SWD), dan staf istri Menteri KKP Ainul Faqih (AF).

Suharjito bukan orang sembarangan. Dia merupakan salah satu pengusaha dan eksporter sukses di bidang perikanan.

Suharjito memulai usaha perdagangan daging sapi. Ketika itu dia membeli daging dari sentra sapi di Boyolali, Jawa Tengah dan memasarkannya ke Jakarta. Bisnisnya melejit pascareformasi.

Dari beberapa peluang usaha, dia menekuni bidang perikanan karena dianggap paling prospektif. Kendati demikian, bisnis awal yang diterjuninya yakni perdagangan daging tetap berjalan. Dia bahkan menjadi salah satu importir daging.

Mengibarkan bendera PT Dua Putra Perkasa, bisnisnya terus berkembang. Dia pun masuk ke ranah ekspor. Suharjito tercatat memiliki pabrik pengolahan ikan dan daging.

Gudang penyimpangan daging beku miliknya di Pondok Gede Bekasi, Jawa Barat termasuk salah satu yang terbesar. Tak mengherankan bila suatu ketika pabriknya pernah dikunjungi menteri untuk memastikan stok daging menjelang Lebaran.

Editor : Zen Teguh