Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI, Bos LPS: Paket Lengkap
Advertisement . Scroll to see content

Survei BPS Ungkap Daerah Paling Melek Keuangan di RI, Ini Provinsi Paling Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:43:00 WIB
Survei BPS Ungkap Daerah Paling Melek Keuangan di RI, Ini Provinsi Paling Tinggi
Ilustrasi daerah di RI yang paling melek literasi keuangan di 2026. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat meningkat pada 2026 hingga mencapai 69,57 persen. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat literasi keuangan tertinggi secara nasional dengan capaian 85,01 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan capaian tersebut menunjukkan sekitar 70 dari setiap 100 penduduk Indonesia berusia 15 hingga 79 tahun sudah memenuhi kriteria well literate.

"Berdasarkan hasil SNLIK tahun 2026, diperoleh bahwa indeks literasi keuangan tahun 2026 adalah sebesar 69,57%, yang artinya sekitar 70 dari 100 penduduk di Indonesia umur 15 sampai dengan 79 tahun telah memenuhi kriteria well literate," ujar Amalia dalam jumpa pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Indeks tersebut meningkat 2,93 persen poin dibandingkan 2025 yang berada di level 66,64 persen. Literasi keuangan konvensional tercatat 69,57 persen, sedangkan literasi keuangan syariah mencapai 43,07 persen.

Dari sisi wilayah, tingkat literasi keuangan di perkotaan masih lebih tinggi. Namun, peningkatan di pedesaan tercatat lebih cepat dengan kenaikan 4,55 persen poin, sedangkan perkotaan tumbuh 1,54 persen poin.

Amalia mengatakan indeks literasi keuangan antara pria dan wanita juga semakin seimbang seiring peningkatan yang terjadi pada kedua kelompok.

Untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan SNLIK, pemetaan tingkat literasi keuangan hingga tingkat provinsi disajikan. DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan indeks 85,01 persen, disusul Kalimantan Selatan sebesar 79,69 persen dan Bali sebesar 79,47 persen.

Pada literasi keuangan syariah, Aceh, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta berada di posisi teratas. Sementara sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur masih mencatatkan tingkat literasi di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan pendidikan, kelompok yang tamat SD mencatatkan kenaikan literasi paling tinggi, yakni 5,06 persen poin. Tingkat literasi juga cenderung meningkat seiring bertambahnya jenjang pendidikan.

Dari kelompok umur, masyarakat berusia 26 hingga 35 tahun menjadi kelompok yang paling dominan dalam literasi keuangan dibandingkan kelompok usia lainnya.

Selain literasi, pemanfaatan produk dan layanan keuangan juga meningkat. Indeks inklusi keuangan nasional pada 2026 mencapai 93,61 persen, naik dari 92,74 persen pada 2025.
Secara wilayah, indeks inklusi keuangan di perkotaan meningkat 0,99 persen poin. Sementara di pedesaan kenaikannya mencapai 0,36 persen poin.

Untuk inklusi keuangan konvensional, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kepulauan Riau menjadi tiga wilayah dengan capaian tertinggi.

Sebaliknya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Maluku Utara masih mencatatkan tingkat inklusi keuangan konvensional terendah sehingga membutuhkan penguatan akses layanan keuangan.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut