Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Prabowo di Harlah 1 Abad NU: Saya Selalu Bahagia di Tengah Keluarga Besar NU
Advertisement . Scroll to see content

Survei: Dukungan PA 212 ke Prabowo Meningkat setelah Ijtima Ulama II

Kamis, 27 September 2018 - 17:38:00 WIB
Survei: Dukungan PA 212 ke Prabowo Meningkat setelah Ijtima Ulama II
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa (kanan), menyampaikan hasil survei terbaru terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis (27/9/2018). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pada 16 September lalu menggelar Ijtima Ulama II yang salah satu hasilnya adalah mendukung pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Salahuddin Uno di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Dukungan dari GNPF Ulama itu ternyata turut menaikkan elektabilitas pasangan penantang petahana tersebut di kalangan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Hasil survei nasional terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan, dengan adanya Ijtima Ulama II, dukungan dari PA 212 kepada pasangan Prabowo–Sandi naik 13,9 persen dari survei sebelumnya.

“Pada Agustus 2018, dukungan dari segmen (PA 212) ini terhadap Prabowo–Sandi berada di angka 61,1 persen. Pada September 2018 naik menjadi 75 persen,” ungkap Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Meski elektabilitas Prabowo–Sandi di kalangan PA 212 meningkat signifikan, fenomena tersebut tidak terjadi di kalangan pemilih dengan latar belakang Nahdlatul Ulama (NU). Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan, pasangan capres–cawapres nomor urut 02 itu kini hanya memperoleh dukungan dari 26,1 persen warga NU setelah keluarnya keputusan Ijtima Ulama II.


“Suara dukungan itu menurun 0,9 persen dari Agustus lalu di mana Prabowo–Sandi mendapat dukungan sebanyak 27 persen suara NU,” tuturnya.

Berkebalikan dengan pasangan pesaingnya, elektabilitas pasangan calon Joko Widodo–Ma'ruf Amin justru menurun di kalangan PA 212, namun meningkat di kalangan pemilih NU setelah Ijtima Ulama II diadakan. Pada Agustus 2018, pasangan petahana itu memperoleh dukungan 27,8 persen suara dari responden PA 212. Kini, jumlah pemilih dari segmen tersebut yang memberikan dukungannya kepada Jokowi–Ma’ruf turun menjadi 16,7 persen.

“Pada Agustus 2018, dukungan segmen NU (kepada Jokowi–Ma’ruf) sebanyak 54,7 persen, dan pada September ini menjadi 55,5 persen,” ujar Ardian.

Survei LSI kali ini dilakukan pada periode 14-22 September 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang dipilih dengan memakai teknik multistage random sampling. Adapun margin of error hasil survei sebesar 2,9 persen.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut