Survei Indikator Politik Indonesia : 65,6 Persen Warga Minta Motif Pembunuhan Brigadir J Diungkap
JAKARTA, iNews.id - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei pengungkapan motif pembunuhan Brigadir J. Hasilnya 65,6 persen warga ingin motif kasus tersebut diungkap ke publik.
Survei ini dilaksanakan 11-17 Agustus 2022. Target populasi survei warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/handphone, sekitar 83 persen dari total populasi nasional.
Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.229 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.
Putri Candrawathi Diperiksa Bareskrim Besok sebagai Tersangka Pembunuhan Brigadir J
Margin of error survei diperkirakan ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.
"Mayoritas warga menginginkan motif pembunuhan terhadap Brigadir J segera diungkap kepada khalayak sebesar 65,6 persen, sementara itu sekitar 29-30 persen menilai motif pembunuhan tidak diungkap oleh kepolisian, melainkan dalam persingan kelak ini demi menjaga perasaan seluruh pihak yang terkait dalam kasus tersebut," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtafi, Kamis (25/8/2022).
Sempat Bertemu Sambo Usai Penembakan Brigadir J, Kapolri Tanya: Kamu Bukan Pelakunya?
Selain itu, temuan lainnya juga dikatakan bahwa mayoritas warga mengetahui bahwa Brigadir J dituduh melakukan pengancaman dan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo yakni, Putri Candrawathi.
Kapolri Pastikan Motif Kasus Pembunuhan Brigadir J Tidak Ada Isu di Luar Pelecehan dan Perselingkuhan
"Sebanyak 65,4 persen warga meyakini bahwa Brigadir J dituduh melakukan pelecehan dan pengancaman. Tetapi hampir semua yang pernah mendengar tuduhan tersebut kurang percaya melakukan hal tersebut dan itu angkanya sangat tinggi sekitar 86,4 persen," katanya.
Mayoritas warga mengikuti berita kasus tersebut lebih meyakini Brigadir J sengaja dibunuh karena alasan tertentu sebesar 81,8 persen. Brigadir J tewas terbunuh akibat adu
tembak karena didapati melakukan pengancaman dan pelecehan seksual terhadap istri atasannya 10 persen.
"Mayoritas 81.8 persen, berpendapat Brigadir J sengaja dibunuh," ucapnya.
Editor: Faieq Hidayat