Survei Indopolling: Jokowi Unggul Tipis Atas Prabowo di Jabar
JAKARTA, iNews.id - Lembaga survei Indopolling Network merilis hasil temuan surveinya yang dilakukan di Provinsi Jawa Barat. Salah satu yang diteliti, terkait peta elektoral pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.
Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir menyampaikan alasannya mengapa hanya memilih Jawa Barat sebagai tempat melakukan survei. Alasannya karena Jawa Barat merupakan wilayah yang cukup seksi dan masyarakatnya paling banyak di Indonesia.
Apalagi, pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 wilayah Jabar merupakan basis Prabowo Subianto. Atas dasar itulah, Indopolling Network ingin melihat sejauh mana perkembangan politik hingga politik 2019.
Berdasarkan tingkat elektabilitas yang dirilis, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memperoleh suara sebesar 28,8 persen. Sedangkan pesaingnya pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno meraih 23,7 persen. Sementara, untuk undicided voters masih besar yaitu 47,6 persen.
"Ternyata dari hasil survei kita, menunjukkan bahwa ada terjadi dinamika politik terutama pilpres yang hari ini sedikit diungguli Jokowi. Namun yang jadi kritikal poinnya adalah masih banyaknya undicided voters," kata Wempi, di Kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (6/11/2018).
Jika diturunkan per wilayah, pasangan petahana unggul di Jabar Utara 35,4 persen, sementara Prabowo-Sandi hanya 16,4 persen. Jokowi-Ma'ruf Amin juga unggul di Jabar Timur dengan perolehan 36,3 persen berbanding 18,9 persen untuk pasangan Prabowo-Sandi.
"Sedangkan, pasangan Prabowo-Sandi unggul di Zona Jabar Barat dengan perolehan 29,0 persen berbanding 26,0 persen. Dan juga zona Jabar Selatan 32,4 persen berbanding 22,9 persen atas pasangan petahana," ujarnya.
Wempi menjelaskan, elektabilitas yang diraih dua paslon sebenarnya belum bisa mengamankan posisi masing-masing untuk memenangkan pertarungan di daerah Jawa Barat. Oleh karena itu, ia meminta kedua paslon bekerja keras untuk bisa mengambil suara masyarakat yang belum menentukan sikap.
"Artinya, masih banyak (responden) yang belum menentukan pilihan. Nah itu yang akan menjadi rebutan dari kedua pasangan calon selama masa kampanye ke depan," katanya seraya menyarankan.
Survei Indopolling Network dilakukan pada periode 9-15 Oktober 2018 terhadap 1.200 responden di seluruh wilayah Jawa Barat. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan metode pengambilan sampel secara acak atau multistage random sampling. Margin of error survei 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Editor: Zen Teguh