Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Survei Median: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran
Advertisement . Scroll to see content

Survei: Jawa Barat Terendah Meyakini Covid-19 Membahayakan Nyawa

Jumat, 17 April 2020 - 10:29:00 WIB
Survei: Jawa Barat Terendah Meyakini Covid-19 Membahayakan Nyawa
Ilustrasi virus corona. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 92 persen warga percaya pandemi virus corona (Covid-19) sangat membahayakan karena mengancam nyawa. Hanya 7 persen yang tidak yakin Covid-19 merupakan ancaman nyata terhadap nyawa.

Demikian hasil survei nasional Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) tentang pandemi virus corona (Covid-19) yang dirilis secara online Jumat (17/4/2020). Dari 34 provinsi, hasil survei mengungkapkan, sebanyak 77 persen warga Jawa Barat meyakini Covid-19 bakal merenggut nyawa manusia.

"Warga Jawa Barat (Jabar) memiliki tingkat keyakinan yang paling rendah terkait bahaya (Covid-19)," demikian survei SMRC yang dikutip iNews.id.

Untuk DKI Jakarta, hampir seluruh warganya atau 98 persen meyakini Covid-19 bakal berujung pada kematian. Persentase yang nyaris 100 persen atau 99 persen juga diperlihatkan warga Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait Covid-19.

Sedangkan, 96 persen warga Jawa Timur (Jatim) percaya ancaman nyata Covid-19 terhadap nyawa warga, Jawa Tengah (Jateng) 91 persen, Banten 89 persen dan lainnya 95 persen.

Secara nasional, 42 persen warga cemas melihat penyebaran pandemi Covid-19. Sedangkan cukup cemas sebanyak 52 persen, kurang cemas 5 persen, tidak cemas sama sekali 2 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab satu persen.

Dan ternyata, tingkat kecemasan warga Jawa Barat juga rendah jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Secara persentase, 91 persen warga Jawa Barat cemas.

"Tingkat kecemasan warga Jawa Barat sedikit lebih rendah dari rata-rata nasional," tulis SMRC.

Secara nasional sebanyak 94 persen warga cemas, DKI Jakarta (96 persen), Jawa Tengah (94 persen), Jawa Timur (92 persen), Banten (97 persen), Sulawesi Selatan (100 persen) dan lainnya (95 persen).

Survei dilakukan pada 9-12 April 2020 terhadap 1.200 responden yang diwawancarai melalui telepon yang dipilih secara acak, dengan margin of error 2,9 persen.

Data terbaru yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan, kasus yang terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19 mencapai 5.516 orang. Data yang disampaikan Kamis, 16 April 2020 itu, mencatat penambahan kasus baru sebanyak 380.

Peningkatan signifikan tercatat pada pasien corona yang dinyatakan sembuh. Data Kamis menunjukkan, pasien sembuh bertambah 102 sehingga total menjadi 548. Pasien corona yang meninggal juga tercacat bertambah 27 sehingga total menjadi 496 orang.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut