Survei Median: MBG Program Pemerintah Paling Disukai Publik, Disusul Sekolah Rakyat
JAKARTA, iNews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintah yang paling disukai publik. Hal itu berdasarkan hasil survei Media Survei Nasional (Median) yang dirilis Senin (31/8/2026).
Peneliti Median, Rico Marbun mengatakan MBG menempati posisi teratas dalam daftar program pemerintah yang paling disukai masyarakat. Disusul Sekolah Rakyat dan bantuan sosial (bansos).
"Program pemerintah yang paling disukai publik, satu itu masih MBG dengan semua kontroversinya. Sebanyak 38,4 persen mengatakan Makan Bergizi Gratis," kata Rico dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta, dikutip Selasa (1/9/2026).
Setelah MBG, program pemerintah yang paling disukai publik yakni Sekolah Rakyat dengan 15,7 persen. Sementara program bansos atau bantuan langsung tunai (BLT) berada di posisi ketiga dengan 6,3 persen.
Survei tersebut juga menunjukkan sikap publik yang beragam terhadap keberlanjutan program MBG. Sebanyak 36,1 persen responden menginginkan program tersebut tetap dilanjutkan pemerintah.
Di sisi lain, 34,2 persen responden meminta pelaksanaan MBG dihentikan sementara untuk dilakukan perbaikan sebelum kembali dilanjutkan.
Selain mengukur tingkat kesukaan publik terhadap program pemerintah, Median turut mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Hasilnya, sebanyak 56,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan. Sedangkan 36,1 persen responden menyatakan tidak puas.
"Jadi temuan pertama yang kita lakukan, dalam rentang waktu pengambilan data, survei menemukan adanya 56,2 persen publik yang puas terhadap kinerja pemerintahan, dan 36 persen yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan," ujar Rico.
Survei Median dilakukan secara tatap muka (face-to-face interview) pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Populasi survei merupakan seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Target sampel dalam survei tersebut sebanyak 1.212 responden, dengan margin of error (MoE) ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Distribusi sampel dilakukan secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender.
Untuk memastikan kualitas data, survei juga melakukan quality control terhadap 20 persen sampel. Median menyatakan hasil survei tersebut menggambarkan dinamika politik selama periode pengambilan data.
Editor: Rizky Agustian