Survei PPI Ungkap Elektabilitas Prabowo Masih Tertinggi, Gerindra: Belum Masa Panen
JAKARTA, iNews.id -Partai Gerindra menyebut dalam dua tahun masa Pemerintahan Prabowo Subianto ini belum bisa diukur secara jauh tingkat keterpilihan atau elektabilitas Prabowo untuk Pemilu 2029. Saat ini dinilai belum 'masa panen' elektoral.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto unggul dalam simulasi elektabilitas calon presiden (capres) berdasarkan survei Parameter Politik Indonesia (PPI) periode September-Oktober 2026. Sebanyak 31,6 persen responden memilih Prabowo jika pemilihan presiden digelar saat ini.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) menempati posisi kedua dengan elektabilitas 11,4 persen. Kemudian, Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan 10,1 persen.
"Kami berpikir dua tahun pemerintahan Pak Prabowo ini memang secara objektif kita belum bisa memanen raya elektoralnya," kata Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso merespons rilis tersebut, dikutip Senin (19/10/2026).
Pasalnya, kata dia, ada beberapa program Prabowo yang masih dalam pembangunan fondasinya. Menurutnya, wajar masyarakat belum merasakan secara penuh manfaatnya.
"Jadi ada beberapa program yang itu belum bisa dinikmati di dua tahun berjalan ini seperti misalnya Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, ini Sekolah Rakyat belum secara masif berjalan, masih dibangun fisiknya dan lain sebagainya," ujarnya.
Sugiat meyakini, elektabilitas Prabowo akan berubah di beberapa tahun terakhir kepemimpinannya di periode ini. Dia mengistilahkannya seperti masa panen padi.
"Sama seperti kita katakanlah masa musim panen padi, ini masih menyemai bibit, memupuk, dan merawat. Saya yakin dan percaya di tahun ketiga atau di tahun keempat, nanti sudah akan ada hasil yang sangat maksimal," ujarnya.
"Pada saat itu saya yakin dan percaya bahwa persepsi opini publik akan semakin positif untuk menilai kinerja pemerintahan Pak Prabowo," kata Sugiat.
Editor: Reza Fajri