Tahun Politik Dimulai 2018, Jokowi Minta Menteri Fokus Kerja

iNews TV, Randu Dahlia ยท Rabu, 06 Desember 2017 - 20:41 WIB
Tahun Politik Dimulai 2018, Jokowi Minta Menteri Fokus Kerja

Ilustrasi rapat kabinet paripurna. (Foto: Sindonews)

BOGOR, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor. Rapat yang digelar secara tertutup membahas soal perencanaan kerja pemerintah di tahun 2018. Jangan sampai agenda politik tahun depan mengganggu konsentrasi bekerja.

Jokowi meminta kepada seluruh menteri dan pimpinan lembaga yang menghadiri rapat untuk fokus menyelesaikan program yang telah ditargetkan. Dia mengingatkan, persiapan politik di tahun 2018 dan 2019 merupakan bagian dari fokus pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Tahun 2018 bukan hanya tahun politik, juga dimulainya tahapan Pemilu 2019. Jangan sampai karena tahun politik konsentrasi dalam bekerja kita terbang. Gangguan ini yang perlu digarisbawahi," ucap Jokowi di Istana Bogor, Rabu (6/12/2017).

Presiden juga menyampaikan, agenda Asian Games 2018 harus dipersiapkan sebaik-baiknya karena pesta olahraga terbesar se-Asia itu menjadi pertaruhan nama baik Indonesia sebagai penyelenggara di mata dunia. Lembaga negara dan kementerian terkait tidak boleh kehilangan konsentrasi meskipun telah terjadi bencana alam di sejumlah wilayah.

"Kita menjadi tuan rumah perhelatan besar tingkat dunia yaitu Asian Games 18. Ini menyangkut tamu kurang lebih 30.000 orang. Saya minta kepada menteri dan kepala lembaga untuk fokus bekerja dan fokus mengejar target yang telah kita tentukan," ungkapnya.

Presiden juga mengharapkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada tahun 2018 yang telah ditargetkan bisa tercipta. Maka itu, dibutuhkan fokus kerja optimal untuk melahirkan stabilitas ekonomi yang buntutnya dapat menjaga stabilitas harga dan keuangan. Alokasi dana dan pengelolaan risiko bisa berfungsi secara baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ini yang perlu digarisbawahi, saya minta kepada para menteri dan kepala lembaga negara betul-betul memastikan agar program yang kita rencanakan diperhatikan dan dikontrol," katanya.

Editor : Achmad Syukron Fadillah