Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Tak Terjangkau Semua Kalangan, Tarif Tes Swab Akan Distandarisasi

Rabu, 09 September 2020 - 15:41:00 WIB
Tak Terjangkau Semua Kalangan, Tarif Tes Swab Akan Distandarisasi
Pemkot Pontianak melakukan tes swab 150 pegawai negeri sipil untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran, Selasa (1/9/2020). (Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tarif tes usap atau swab test untuk Covid-19 masih mahal dan tidak terjangkau masyarakat menengah ke bawah. Untuk itu, pemerintah akan melakukan standarisasi tarif swab test di seluruh rumah sakit (RS), khususnya RS swasta yang mencari banyak keuntungan.

Hal ini disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2021.

“Ada beberapa pertanyaan tentang penanganan darurat, tentang swab gratis. Penyelenggaraan testing sudah kita tingkatkan Maret, hanya satu laboratorium Covid tapi sekarang sudah 300 laboratorium dan sebagian didukung barang-barangnya oleh pemerintah sebagian besar oleh BNPB,” kata Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dody menjelaskan, dari 300 laboratoium itu sebagiannya merupakan milik pemerintah pusat, labkesda dan juga RSUD (rumah sakit umum daerah). Dia mengatakan jika melakukan tes Covid-19 di laboratorium tersebut semestinya gratis atau tanpa biaya.

“Apabila kita laksanakan di laboratorium ini mestinya gratis, nggak ada alasan membiayai,” katanya.

Dody melanjutkan, laboratorium mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Ada dua skema bantuan yakni pertama, peralatannya dibelikan alat PCR atau mesin ekstraksi otomatis karena, laboratorium yang lama tidak memiliki mesin ekstraksi.

Pemerintah membelikan mesin ekstraksi otomatis itu semenjak kasus positif Covid terus meningkat. Kedua, pemerintah juga membantu pembiayaan jasa penegtesan.

“Kami juga bantu penyediaan jasa testing, ada lima perusahaan yang kami bantu perbesar kapasitas laboratorium itu,” kata Dody.

Menurut Dody, dari jumlah 2,4 juta pengetesan, sebagian besar dilakukan di laboratorium yang sudah ada dan kecil dari perusahaan yang sudah ada.

“Jadi, kalau pengen gratis ke lab-lab itu,” katanya.

Namun, Dody mengaku, persoalanannya adalah RS swasta menetapkan tarif yang mahal sekali. Dia mengakui bahwa RS swasta ini memang RS komersial tetapi, mereka terlalu meningkatkan margin keuntungannya.

Karena itu, saat ini BNPB tengah mempersiapkan standar biaya swab test untuk diusulkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Saat ini kita sedang siapkan standar biaya untuk RS swasta, kami sedang siapkan jadi mungkin nanti Kepala BNPB akan berikan saran ke Menkes (menteri kesehatan) plafon maksimalnya sekian,” kata Dody.

Bahkan, Dody menambahkan, sebenarnya BNPB sudah memiliki standar harga swab test yang hanya menghabiskan total biaya kurang dari Rp500.000. Jadi, RS swasta tinggal menyesuaikan margin keuntungannya.

“Kami sudah punya baseline harga sebenarnya di bawah Rp500.000, kalau di RS swasta tinggal ditambah margin keuntungan yang wajar,” katanya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut