Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Sumbar Razia Tambang Emas Ilegal, 7 Pelaku Ditangkap 5 Alat Berat Disita
Advertisement . Scroll to see content

Tambang Emas Liar di Sarolangun Jambi Longsor, 8 Orang Tewas 4 Luka-Luka

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:57:00 WIB
Tambang Emas Liar di Sarolangun Jambi Longsor, 8 Orang Tewas 4 Luka-Luka
Tim gabungan Polda Jambi mencari korban longsor di lokasi tambang emas ilegal Kabupaten Sarolangun, Rabu (21/1/2026). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

SAROLANGUN, iNews.id – Bencana longsor menimpa lokasi penggalian tambang emas ilegal di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Insiden maut yang terjadi pada Selasa (20/1/2026) tersebut mengakibatkan delapan orang penambang tewas dan empat lainnya luka-luka.

Longsor diduga kuat terjadi karena struktur tanah galian yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut. Peristiwa tragis ini berlangsung di lahan milik warga berinisial I, seorang warga Dusun Kait-Kait. Saat para pekerja sedang beraktivitas di dalam lubang galian, tebing tanah di atasnya mendadak runtuh tanpa sempat memberikan tanda-tanda peringatan.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengungkapkan, faktor alam menjadi pemicu utama kejadian ini. "Kejadian ini diduga kuat akibat longsornya tebing galian tambang yang dipicu hujan deras, sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja," ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Polda Jambi merespons cepat dengan menerjunkan tim gabungan sebanyak 123 personel. Kekuatan ini terdiri dari Satbrimob, Polres Sarolangun, Polsek Limun, BPBD, Satpol PP, hingga Pemadam Kebakaran. Bahkan, unit K-9 Ditsamapta (anjing pelacak) turut dikerahkan ke lokasi untuk mencari kemungkinan korban lain yang masih tertimbun di bawah lapisan tanah.

Hingga saat ini, data korban meninggal dunia berasal dari Dusun Mengkadai dan Desa Lubuk Sayak. Sementara korban luka-luka telah dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.

Meskipun disebut sebagai kecelakaan kerja akibat faktor alam, pihak kepolisian menegaskan akan melakukan penyelidikan lebih dalam terkait legalitas dan standar keamanan di lokasi tersebut.

Tim gabungan Polda Jambi dan Polres Sarolangun saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh.

"Kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Terkait status tambang, kami masih menunggu hasil investigasi tim gabungan," kata Kombes Pol Erlan Munaji.

Polda Jambi mengimbau masyarakat agar segera menghentikan aktivitas tambang yang membahayakan keselamatan jiwa dan merusak lingkungan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut