Tangerang Cerdas, Jurus Arief-Sachrudin Genjot Kualitas Pendidikan
JAKARTA, iNews.id – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin menjadikan Tangerang Cerdas sebagai salah satu program andalan untuk menggenjot kualitas pendidikan formal dan nonformal. Tangerang Cerdas membantu siswa-siswi yang kurang mampu untuk menunjang biaya pendidikannya.
”Kami sudah tugaskan bahkan hingga tingkat RT untuk sweeping ke masyarakat agar melihat apabila ada warga yang putus sekolah ini akan didata. Kami inventarisasi, lalu akan didorong untuk kejar paket. Dengan demikian tidak ada lagi di Kota Tangerang yang putus sekolah,” ujar Arief dalam debat publik di Gedung iNews, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (23/4/2018) malam.
Penjelasan Arief ini untuk merespons pertanyaan panelis Mustafa Kamil yang juga Rektor Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang. Mustafa mempertanyakan bagaimana calon incumbent ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tangerang.
”Kami sudah kenalkan program Tangerang Cerdas. Kami tugaskan pegawai untuk mendata. Mudah-mudahan terwujud pendidikan bukan hanya formal tapi juga nonformal,” kata dia.
Arief menuturkan, untuk pendidikan nonformal Pemkot Tangerang akan fokus melakukan pelatihan-pelatihan ke masyarakat, termasuk mengalokasikan anggaran untuk itu.
Hal senada diungkapkan Sachrudin. Menurut dia, untuk mendorong pendidikan nonformal Pemkot Tangerang juga akan mendorong masyarakat untuk memiliki kreativitas. ”Kami ke depan akan melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk melakukan pembinaan-pembinaan informal di RT RW, termasuk budayawan kita kembangkan sanggar-sanggar,” katanya.
Debat publik Pilwalkot Tangerang hanya diikuti satu pasangan calon, yakni Arief-Sachrudin. Mereka akan menghadapi kotak kosong pada pesta demokrasi Juni mendatang. Sebelum debat yang disiarkan langsung stasiun televisi iNews ini dimulai, para pengunjung dan kandidat dihibur oleh tarian daerah. Arief bersama Sachrudin mengenakan baju koko berwarna putih dipadu peci hitam.
Karena hanya melawan kotak kosong, duet Arief-Sachrudi menghadapi pertanyaan dari para panelis yang terdiri atas Mustafa Kamil, Gun Gun Heryanto (Dosen UIN Jakarta), Lili Romli (peneliti LIPI), Yeni Sucipto (Sekjen FITRA), dan Dahnil Anzar (dosen Untirta).
Selain bidang pendidikan, mereka dicecar mengenai cara mengatasi tingkat kesenjangan di Kota Tangerang. Menurut Arief, merespons ratio gini, Pemkot Tangerang akan terus berusaha melakukan inovasi yang difokuskan untuk mendorong peran serta masyarakat agar meningkatkan kualitas kesejahteraannya. Salah satu caranya, melalui bidang pariwisata.
”Pada 2017 ada 1 juta (kunjungan) ini merupakan peluang. Investasi di Kota Tangerang 2017 mendekati Rp6-7 triliun, Jakarta sekian ratus triliun tentu ini peluang melintasi Kota Tangerang,” kata Arief.
Editor: Zen Teguh