Tangkal Hoaks, Satgas Pastikan Isu Meninggal 2 Tahun Usai Divaksin Covid-19 Tak Benar
JAKARTA, iNews.id - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan pernyataan yang menyebutkan semua orang yang telah divaksin akan meninggal dalam dua tahun adalah tidak benar. Masyarakat diminta berhati-hati mencerna informasi.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan pernyataan tersebut keliru. Pernyataan itu disebut-sebut dikatakan oleh Luc Montaigner, seseorang asal Perancis yang mengaku seorang ahli virologi.
“Kutipan itu secara keliru dikaitkan Montaigner dalam meme berita palsu, yang telah beredar secara luas,” kata Wiku dalam rilis yang diterima, Rabu (4/8/2021).
Wiku mengatakan dalam pernyataan tersebut juga menyebutkan vaksinasi dapat menyebabkan varian baru virus Corona adalah tidak benar. World Health Organization (WHO) selaku badan kesehatan dunia telah menjelaskan vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus Corona bermutasi menjadi varian baru.
Capaian Vaksinasi Baru 15 Persen, Bupati Sumedang Keluhkan Pasokan Vaksin Covid-19
Wiku menjelaskan proses mutasi terjadi, ketika virus memperbanyak diri pada inang hidup. Sementara vaksin menggunakan virus yang sudah dimatikan, virus yang tidak utuh dan virus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh manusia.
Terkait dengan berbagai hoaks Covid-19 yang tersebar luas, masyarakat diminta lebih selektif dan bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi. Karena hoaks dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq